Minggu, 07 Oktober 2018

Apa yg perlu gua lakuin!

gua g tau apa yg perlu gua lakuin biar dia seneng.
kayanya apa yg gua lakuin g pernah menarik bagi dia.
entah percobaan masak yg gua lakuin,
perhatian yg gua kasih,
sesuatu yg g biasa gua lakuin, dan gua lakuin.
dan apapun itu, 😭
sedangkan ketika gua cerewet, bawel, suka spam chat, tlpn banyak, dia marah.  seperti sebuah kesalahan besar yg gua ulang. dan gua harus ngrtiin bahwa dia g suka itu.
knp dia g mikir si? kenapa gua masih melakukan hal itu? bkn karna aku nantang dan sengaja melakukan hal yg dia g suka., tp krna apa??kadang gua jg kangen, emng salah??ketika kita g pernah chatan, tlpn jarang, dan ga ketemu, dan ketika tlpn atau ketemu gua bnyak ngmng, salaah???dan ketika dia terlalu cuek, lama bls chat, kadang g direspon, trs gua mrah2 spam chat. salaaah???
okelah, kl ini dianggep sebuah kekurangan gua, brati dia g bisa nrima kekurangan gua??
.
cobalah ngrtiin aku,
kurang sabar apa aku ngadepin dia selama ini? sifat cueknya, masa bodo, ga pekanya dia. tp lama2 jg aku cape... 😣
kurang cinta apa aku ke dia? lahir batin aku rela kasih ke dia,
kurang nrima apa aku? kebiasaan yg g aku suka dari dia aku maklumi, aku trima,
aku juga perempuan biasa. aku sama kaya  mereka, terlepas dari status aku yg selalu membebanimu. aku juga butuh perhatian, aku butuh kasih sayang, semandirinya aku, aku jg pngn di manja, 😭
knp kamu g ngrti??
.
.
aku ngrti kamu lg susah, lagi g punya penghasilan tetap, makanya aku g pnh mnta sesuatu yg berhubungan dgn finansial. hal itu yg kdng bikin aku bingung nentuin tempat ketemu. sedangkan ke rumah km g mau, aku yg nyamperin g mau, ketemu mlm, wktunya mepet. sedangkan kl nongkrong makan/minum aku yg bayar km jg g bkl mau.
apa iya ga perlu ketemu???? 😭
kaya tadi, udh lama g ketemu, tp malah pasang wajah bete, ga seneng, bknnya ketemu bikin mood bagus, seneng, mlh kaya gtu..,
.
.

apa ini karna dia ga bnr2 suka ke gua?
apa ini karna aku ga cukup berarti bagi dia?
apa ini karna dia g merasa memiliki aku?
apa aku g punya hak atas dia??
setelah apa yg udh kita lakuin?? apa yg kita lakuin hanya sebuah kesalahan??bukan atas dasar cinta? 😭 😭

Rabu, 29 Agustus 2018


Hari  itu aku mengakhirnya...
Mengakhiri kepura-puraan,
Mengakhiri pikiran-pikiran negatif,
Mengakhiri untuk mengira-ngira,
Ku ceritakan semua unek2 dalam hati,
Ku katakan apa yang selama ini tak bisa ku katakan..
Bagiku kejujuran dan keterbukaan adalah hal utama dalam sebuah hubungan.
Walaupun aku selama ini tak memiliki hubungan yang jelas dengannya, tapi aku begitu lelah pada posisiku itu.
aku perlu tau dari mulutnya sendiri bahwa dia menyukai wanita lain. Menyakitkan memang.., tapi itu lebih baik dari pada aku terus mengira-ngira dan berharap sesuatu yang lain.
Disini aku tak akan banyak berbicara tentang perasaanku sebelumnya, karna semua pertanyaan yang selalu mengganggu pikiranku hanya perlu satu jawaban. Dan ia sudah menjawabnya.

Tapi Tuhan, hari itu aku merasakan hal berbeda dari dirinya. Aku merasa dia memiliki perasaan yang sama denganku, dia menyayangiku, dia peduli padaku, dia tak ingin aku pergi. Aku merasakannya ya Allah. Benarkah apa yang aku rasakan? Kalaupun benar mungkin perasaan itu adalah perasaan sesaat. Karna kenyataannya dia hanya kasihan dan tidak enak padaku.

Aku tidak menyesali keputusanku untuk tidak menghubunginya,
Aku pergi bukan untuk meninggalkannya, tapi karna aku sadar, terus disisinya tidak memberi kebahagiaan padanya. Dengan begitu dia akan memiliki banyak ruang untuk menyukai wanitanya, tak akan terganggu dengan pertanyaan atau permintaan yang sering aku ucapkan. Dan aku pun tidak akan tersakiti dengan alasan-alasan yang sering dia ucapkan.
Hari-hari yang akan kulewati tanpa dirinya, bukan untuk memulai dengan orang lain, tapi akan kugunakan untuk memfokuskan pada karir dan orang tuaku.
Aku mengikhlaskan apa yang sudah terjadi antara aku dan dia. Aku bahkan sangat bersyukur masih bisa bertemu dengannya, pergi bersamanya, berfoto bersama, menyentuhnya, tersenyum bersama, bertemu keluarganya, berkunjung ke rumahnya, membuat baju couple dan melukis cincin sederhana di jari manis kami. Karna mungkin ketika aku tak memutuskan pergi, aku tidak akan merasakan hal itu dan Dia akan terus beralasan untuk menghindariku.

Ku pasrahkan perasaanku padamu ya Allah,
Engkau sang pemilik takdir. Aku percaya takdir Mu ya Allah. 
Jika selama 7 tahun kau memisahkan aku dengannya dan kemudian mempertemukanku kembali, bukan tidak mungkin suatu saat Engkau akan mempertemukan kami kembali. Ya allah, jika dulu aku pernah berdoa ingin membuatnya menyesal dan merasa rendah dari pada aku. Saat ini aku berdoa agar diberikan kepercayaan diri padanya, mampukan dia dalam karir dan agama untuk hidup bersamaku.
Biarkan saat ini kami hidup pada jalan hidup masing-masing, untuk memperbaiki diri kami, mengejar cita-cita kami yang belum kami raih.
Jika perpisahanku dulu tak meninggalkan kesan apapun, jika dulu kami saja benar2 lupa, aku mohon...jangan pernah hapus kenanganku dengannya selama 2 tahun belakang ini ya Allah. Jangan hapus aku dalam pikirannya, begitupun juga dengan diriku.

Ku hanya bisa mendoakannya dari jauh, jaga dia ya Allah, tunjukkan jalan yang baik padanya, jangan biarkan dia tersesat, jangan biarkan dia terluka, jangan biarkan dia jumawa, jangan biarkan dia jauh dariMu., mudahkan dia meraih kesuksesan, bantu dia dalam mencari rejeki.
Aamiin aamiin aamiin.







Minggu, 05 Agustus 2018

Berpura pura

liat lah, sudah hari keberapa dia tk menghubungi.
kpn terakhir kali dia menghubungiku?
apa dia tak sadar.? aku menunggunya,
apa dia tak mengerti? bahwa kata2 malam itu yg dia lontarkan menyakitiku?
apa benar banyak hiburan lain yg lbh menarik dari pada aku?
benarkah dia sudah melupakan aku?
benarkah aku hanya pengisi waktu semasa dia disana saja??
sesimple itukah??
knpa ketika jarak antara aku dan dia tak terlampau jauh.., aku merasa semakin kehilangan dia..
skrng setiap kali aku menelponnya dia seperti tak betah bersamaku.
.
.
.
semudah itukah dia mendapat kenyamanan di sisi orang lain??
.
.
kenapa dia melakukan ini padaku?
tak sadarkah dia selalu menjadi prioritas dlm setiap agendaku.
tidak tau atau tak mau tau??
jika selama ini aku masih menunggunya?
apa hatimu tk pernah tersentuh olehku? atas apa yg selama ini aku lakukan??
apa hanya keburukanku yg membekas??
.
.
.
kau heran kenapa aku melakukannya?? tanpa kau bertanya seharusnya kau tau...
  "aku menghargai setiap masa yg aku lewatkan bersamamu, aku menghargai setiap peristiwa yg terjadi, setiap mimpi dan kenangan yg pernah kita bangun. dan kau pun harus tau... ingatan wanita 10x lebih tajam dari pada lelaki.
bagaimana mngkin aku bisa bersikap biasa saja denganmu?? setelah selama ini ku habiskan waktuku bersamamu???"
aku bukan orang yg akan meninggalkanmu ketika kau mengalami kesulitan..,aku bukan orang yg akan memandang orang lain dengan sebelah mata, tetapi kenapa kau terlebih dulu meninggalkanku ketika aku sgt membutuhkanmu?
kenapa???
kenapa???
kenapa kau selalu memposisikan aku sebagai wanita yg buruk?
.
.
.
kau berkata seolah kau tak pernah tau.
kau tau, hanya kamu yg bisa mengembalikan setiap mood bagusku.
kau tau hanya kau yg membuatku bersemangat,
kau tau hanya kau yg ingin aku tuju?
itu kenapa aku selalu menghubungimu.
apa kau pikir krna aku membutuhkanmu? aku hanya memanfaatkanmu??
sepicik itukah kau tak tau alasannya?
aku mencintaimu woyil...
bodohkah aku??
bagaimana bisa aku menyukai orang sepertimu, sdngkan aku sdh lama tk jumpa dgnmu.
yaah memang,sedangkal itu aku melanjutkann perasaan ini, menghabiskan wktu 1,5 thn merasakan ini, menyisihkan kenangan lain, mengabaikan apa yg mngkin bisa aku bangun dgn orang lain.

jika kau berfikir semua lelaki malas berkomunikasi dgnku?? tidak woyo..,
lelaki itu hanya orang2 yg berhub denganmu saja.
lelaki lain?? mereka tk pernah masalah dgnku. tapi karna aku.., karna aku yg memutuskan utk tdk berhubungan atau menghubungi mereka.
harusnya kau tau itu.
tapi hari itu kau justru banyak menyalahkanku...

apa aku salah menginginkan perhatian darimu?
apa aku salah menghubungimu?
apa aku salah menyukaimu?
apa aku salah ingin bersamamu?
begitu byk kekurangan ku yg tak bisa kau terima??
apa kau benar2 tk peduli terhadapku?
tak pernah sekalipun menghawatirkan aku?
tk pernah menginginkan aku?
tk pernah merindukan aku?
😭
hari itu hari yg berat untukku woyo..,
aku hanya butuh sdikit perhatian dari mu, sdkit saja... tp benarkah itu menyulitkanmu?? hingga aku harus byk berkata dan akhirnya meluap semua begitu saja?
dan ujung2nya kau marah padaku? kau kecewa padaku? kau benci padaku? kau muak padaku?

setiap hari aku sudah merasa lelah, lelah berpura2 biasa saja.
berpura2 tak rindu, tak peduli, tak penasaran, tak cemburu, tak suka,
semuanya woyo, semuanya...
kau memaksaku utk melakukan itu.



Minggu, 22 Juli 2018

why??


Tuhan, sampai kapan Kau membiarkan aku seperti ini?
Sampai kapan Kau biarkan aku menunggu orang yang bahkan tak ingin aku berada disisinya?
Sampai kapan?
Sedangkan banyak lelaki yang lebih baik darinya menghapiriku.
Tapi kenapa Tuhan, tak sekalipun Kau condongkan hatiku ke arah mereka,
Bukan untuk sekali atau dua kalinya.
Jika dia memang jodohku? Kenapa tidak kau condongkan kati kami berdua/
Kenapa hanya hatiku?
Bukankah disetiap malam Kau selalu mendengar doaku akan hal ini?
Kenapa Kau membuatnya mencari wanita lain yang lebih dan lebih dariku?
Kenapa kau tak memberi kematapan pada hatinya?


19 juli 2019


19 Juli 2019
Hari ini adalah hari dimana aku dinyatakan lulus.
Sidang kelulusan yang membuat ku tak bisa tidur belakangan ini.
Aku bahagia ,
1 target ku tercapai.
Menyelesaikan pendidikan tepat waktu, tak perlu membayar ulang di semester berikutnya.
Membuat kedua orang tuaku tersenyum bahagia, dan begitu bangga melihat anaknya menyandang gelar yang selama ini diperjuangkan bersama.
Tetapi...lagi dan lagi...
Dihari yang bahagia ini aku tak bisa berbagi dengan sahabat dekat ku dan orang yang berarti untukku.
Sahabat dekatku memilih mendampingi kekasihnya. Aku tau pacarnya sedang sakit dan membutuhkan sahabatku. Aku tau. Aku hanya minta waktunya sedikit, sedikit saja untuk hadir dan menyambutku. Toh pacarnya punya keluarga, bukan hanya sahabatku. Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan dan mengabadikan moment itu bersamanya.
Aku sungguh kecewa,
Dan lagi, ada hal lain yang membuatku kecewa,
Dia..
Aku tak memintanya hadir seperti sahabatku. Aku memaklumi kondisi yang tak memungkinkan.
Aku hanya sedikit berharap akan perhatiannya.
Setidaknya dia menanyakan bagaimana hasilnya?
Bagaimana dia memotivasiku sebelum aku masuk ke ruang sidang.
 Setidaknya dia menanyakan keadaanku..
Apa aku berlebihan??
Aku hanya butuh support dari orang terdekqtku, terlebih dia yang berarti dalam hidupku.
Tapi nyatanya tak ada ucapan apapun yang keluar dari mulutnya.
Bahkan aku memintanya untuk memberi selamat padaku.
Memalukan ya??
Tadinya aku tak ingin mempermasalahkan, aku berusaha menghilangkan pengharapan2 ku.
Tapi dia masih saja tak peduli padaku.
Sebegitu tak berartinya aku?
Sebegitu dia tak mempedulikan aku?
Bahkan teman2 yang tak dekatku, memberikan selamat padaku, sekedar menanyakan hasil, dan ada yng datang menghampiriku.
Apa benar dia tak mengerti perasaanku?
Atau dia pura-pura?
Apa benar perasaannya sudah sepenuhnya hilang untukku?
Apa benar dia tak merasa bangga padaku?
Sedangkan apa yang aku lakukan, tak lain ingin membuatnya bangga padaku...
 Tapi sepertinya aku salah..,
Urusanku adalah urusanku, bukan urusan dia.
Apa karna sebelumnya aku meminta bunga, sedangkan dia tak bisa membawakan bunga untukku, sehingga dia menolak tau akan moment ini.
Apa sepicik itu pikiran nya?
Ya  Allah, apa aku salah mengukainya?
Apa aku salah menyukai orang yang amat sangat sederhana itu?
Apa terlalu sulit baginya untuk bersamaku?
Apa terlalu sulit baginya untuk memandangku seperti dirinya memandang wanita2nya terdahulu?
Apa terlalu sulit untuk memulai bersamaku?
Dengan keadaanya saat ini?
Aku akan menunggunya,
Jika dia ingin sukses terlebih dulu,
Aku tak keberatan untuk berjuang bersamanya,

Jika ia takut tak sanggup memberiku secara materi ,
aku tak akan banyak meminta,
aku akan mandiri dengan hasil kerja kerasku.
Jika dia takut dengan kedua orang tuaku,
Ayo kita bersama2 tunjukkan bahwa kita mampu.
Aku hanya memintamu setia padaku...
Aku hanya memintamu hanya mencintaiku.... hanya mencintaiku..
Lakukan itu sebagai seorang lelaki bertanggung jawab.
Itu saja..
Selebihnya aku bisa melakukannya sendiri






Minggu, 08 Juli 2018

14 Februari 2017- 9 Juli 2018


Aku sering memikirkan kejadian sebelumnya...
Apa yang salah dengan sikapku..
Apa yang salah dengan perkataanku..
Hingga saat ini dia memutuskan pergi dan enggan kembali.
Dari awal aku bertemu kembali dengannya,

_kejadian februari 2017- mei 2017_
dia sering menghubungiku.. hampir setiap hari dia menelponku dan menemani hari-hariku..
Dia pernah mengatakan menyukaiku, dia pernah berfikir mungkin kita berjodoh..
Berkembang dan kemudian aku mulai menyukainya.
Dan ketika aku menyukainya dia mulai mundur perlahan, dia mulai membatasi dirinya.., dia selalu mengatakan ketidakmungkinan berhubungan denganku.
Dengan berjalannya waktu, dan kepercayaan yang aku bangun dalam dirinya, dan akhirnya dia menghilangkan pikiran tersebut. Dia mulai percaya diri lagi. Dia memiliki keyakinan untuk berkomitmen denganku. Dia berjanji akan membuktikannya, dengan sebuah cincin yang nantinya disematkan dijari manisku.
Tapi kemudian... pikiran itu kembali mengganggu pikiran dan hatinya.
Akku tidak tau apa yang salah denganku...
Aku sering marah dengan sikapnya yang setiap kali berubah, aku sering menangis karnanya.. dia akan terus menghubungiku meskipun aku tak acuh padanya. Dia masih berusaha untuk memperbaiki suasana hatiku.

Pada suatu jeda waktu.... agustus 2017
Ketika aku memutuskan tidak menghubunginya, aku kira dia akan mencariku. Ternyata dia pun memilih mundur.
Suatu ketika aku kembali mengubunginya dengan kepura-puraan bahwa aku sudah melupakannya, aku sudah baik2 saja, aku seolah-olah menjadi teman baik yang akan mendengar critanya, dan aku mendengar dari mulutnya sendiri dia menyukai wanita lain. Bahkan berniat berhubungan serius. Dia sempat membandingkan diriku dengan wanita itu. Kalian pasti tau apa yang aku rasakan?? Aku tak perlu menjelaskan perasaan itu. Yang jelas setiap hari aku menangisinya. Suatu ketika aku berulah dan membuat wanita itu marah hingga memblok akun dia dan aku. Dan kalian tau.. dia memarahiku, dia berkata kasar padaku. Dia mengatakan aku menghancurkan hubungan mereka..,padahal bukan aku.., tapi wanita itu yang menghancurkan mimpiku bersamanya. Kalian pasti tau apa yang aku rasakan??
Singkat cerita mereka berpisah dengan baik-baik. Dan aku ikhlas jika dia benci dan tak mau berteman denganku. Tapi nyatanya dia memaafkan sikap kekanak-kanakanku itu. Aku berteman kembali dengannya. Berkembang dan hubungan kamipun kembali baik. Berkomitmen, Saling berjanji untuk bersama apapun keadaannya.

Kejadian ini dimulai pada bulan agustus. hubungan kami baik-baik saja kurang lebih 2 bulan semasa aku praktikum 2, walaupun ada sedikit masalah, ada sedikit kebosanan dengan hubungan ini.  Pada masa ini aku merasa perasaan dia banyak berkembang denganku, kami sering memikirkan masa depan bersama, kami sempat berbagi akun sosmed, saling terbuka bahkan ke suatu hal intim. Perasaanku juga banyak berkembang padanya, hingga rasa ingin memilikinya pun sangat besar, perasaan cemburu dan ingin diakui juga. Hingga suatu saat aku membuat kesalahn yang membuatnya kembali pergi dariku. Dan masa itu pun berakhir.

Januari 2018
Jeda kami berlangsung cukup lama, sekitar 2 bulan lose kontak, pada 12 januari 2018 dia ulang tahun. Aku tau dan aku pastikan pada jeda waktu kami berpisah dia menyukai wanita lain. Tapi dihari ulang tahunnya dia seperti sedih. Dan kalian tau dear??? Sebenci aku dan sekecewanya aku padanya aku tak pernah bisa melihatnya terluka sekalipun karna wanita lain. Aku tak pernah bisa bahagia diatas penderitaannya. Penderitaannya penderitaanku juga, lukanya lukaku juga. Dan dihari itu aku mengucapkan dan memberi sedikit kejutan dengan membuat video singkat.

Semua berawal dari itu, sampai dihari ulang tahunku dia pun menjadi orang pertama yang menghabiskan waktu denganku. Berkembang hingga praktikum 3 berlangsung. Hubungan kami kembali membaik, dengan rutinitas yang sama, saling berbagi dan mengisi.
lagi-lagi dia mulai bosan denganku. Dia kehilangan respect terhadapku karena aku sering menyebut ingin menikah menikah dan menikah. Yang mungkin menjadi beban baginya.

Tepatnya bulan april.., dia membatasi komunikasi denganku, dia bersikap acuh padaku, bahkan ketika aku menangis didepannya, ketika aku marah dan mengulang kalimat akan pergi dia tak pernah menanggapi. dia seolah-olah memaksaku untuk meninggalkannya. Karna ketidaktahananku aku pun tk pernah menghubunginya.

Ketika perasaanku mulai stabil, dan lagi-lagi aku datang padanya. Saat itu aku benar2 rindu padanya. Tapi dia tak pernah mau mengangkat telponku. Aku berbicara pada diriku sendiri jika akhirnya hubungan kami akan berpisah, aku harus bicara padanya. Dan saat itu aku memintanya baik2 dan lagi-lagi aku mengatakan mengakhiri. Setelah telpon itu aku blokir semua akunnya.

 Singkat cerita sejak masalah blokir hubungan kami tak kembali seperti dulu. Setelah insiden itu dia kecewa padaku, dan pada saat aku kembali, kekecewaan itu masih melekat padanya, sedang aku memaksa dia memutuskan sesuatu. Aku meminta kejelasan hubungan, dan berujung dia berucap kami berteman saja.

Hubungan yang paling tidak aku sukai adalah hubungan saat ini. Ketika aku masih menyukainya, tapi aku tak punya hak cemburu padanya. bahkan aku berjanji tidak akan terbawa perasaan padanya. Ketika aku terbawa perasaan padanya, maka saat itu juga dia akan membatasi diri. Saat ini tak ada lagi mimpi atau orolan masa depan untuk bersama, yang ada hanya kerealistisan pandangan dia bahwa dia tidak akan hidup bersamaku dimasa depan.  hidup dalam kepura-puraan perasaan, agar kami tetap bisa berkomunikasi. Berpura baik baik saja ketika tau dia sedang dekat dengan wanita lain,dan ketika dia galau karena wanita lain. Rasanya hatiku tak terima dan sakit. Hari-hariku ku lewati dengan rasa seperti ini.

Tepatnya juli 2018.. dia mengatakan dia akan pulang,
Setelah penantianku selama satu tahun belakang, dan 7 tahun waktu kami tak pernah bertemu.., tapi  saat ini bukan lagi aku orang yang ingin dia temui, bukan lagi aku yang ingin dia datangi kerumah. 
bukan lagi aku....


jika kalian bertanya apakah aku baik-baik saja?
tidak, aku tak pernah baik-baik saja, aktivitasku banyak terganggu. 
bahkan banyak hal bodoh yang aku lakukan untuk mencari perhatiannya. 

aku si bodoh yang masih menunggunya...
menunggunya kembali seperti awal dia pernah berucap padaku.
menunggunya kembali disaat perasaannya mulai berkembang padaku,
menunggunya kembali merajut masa depan ketika dia pulang..,
menunggunya kembali untuk menepati janjinya melamarku..,











hatiku tetap terluka

6 Juli 2017

Kemarin dia menghubungiku, 😂
Ku kira karna rindu, ternyata ada yg mengganggu pikirannya. Karna temanku memarahinya demi aku.
Tk mungkin dia rindu denganku? Sedangkan banyak wanita di sekelilingnya. 😂
Sudah lama dia tk merindukanku.
Mngkin dia jg sudah lupa cara merindukanku.
Yang aku tau, saat aku tak menghubunginya, dia merasa kehilangan., Dia galau.
Bukan kepadaku, tapi wanita lain. Wanita yg pernah terlibt perasaan dgnnya. Aku tak tau pasti siapa. 😅
Seperti itu lah, ketika aku memutuskan pergi darinya.. aku yg terluka, tapi ketika dia yg memutuskan pergi dariku, tetap saja aku yg terluka. Aneh ya..,

Aku tdk tau apa yg tmnku katakan padanya. Ingin aku bertanya, tp aku takut... aku tk siap mendengar kabar buruk.
Aku rasa tmnku memarahinya karna critaku kemarin. atau krna crita2 sebelum2nya atau krna sikapku yg masih tertahan padanya. entahlah aku tk tau.krna biasanya tmnku tk pernah peduli persoalan itu.

apapun alasan dia menelponku, entah karna dia bosan, dia membutuhkanku, dia kesepian, atau sekedar memastikan sesuatu aku ttp senang. setidaknya aku sedikit bermanfaat baginya.
setidaknya ada wktu yg tdk dia habiskan dgn wanita lain. 😌

tuhan, aku tdk tau pada diriku sendiri, knpa aku seperti ini, knp aku mempercayainya, knp aku meyakininya. kenapa dia bgtu byk mempengaruhi kehidupanku. knp dia berarti untukku?pdhl dia sering menyakitiku bahkan kdng dengan sengaja. pernah terfikir ingin membalasnya, berharap dia merasakan sakit yg aku rasakan. tp nyatanya?? setiap kali aku melihatnya terluka, setiap kali aku tau dia murung, hatiku ikut terluka. 😭
hari itu aku melihat wajah yg lesu, bingung, murung dan sedih.
aku mencoba menampakan wajah yg ceria, aku mencoba menghiburnya, aku coba membantu mengalihakan masalahnya, tp tetap saja.
bahkan Kau melihatku menangis.
😭