Hari itu aku
mengakhirnya...
Mengakhiri kepura-puraan,
Mengakhiri pikiran-pikiran negatif,
Mengakhiri untuk mengira-ngira,
Ku ceritakan semua unek2 dalam hati,
Ku katakan apa yang selama ini tak bisa ku
katakan..
Bagiku kejujuran dan keterbukaan adalah hal utama
dalam sebuah hubungan.
Walaupun aku selama ini tak memiliki hubungan yang
jelas dengannya, tapi aku begitu lelah pada posisiku itu.
aku perlu tau dari mulutnya sendiri bahwa dia
menyukai wanita lain. Menyakitkan memang.., tapi itu lebih baik dari pada aku terus
mengira-ngira dan berharap sesuatu yang lain.
Disini aku tak akan banyak berbicara tentang
perasaanku sebelumnya, karna semua pertanyaan yang selalu mengganggu pikiranku
hanya perlu satu jawaban. Dan ia sudah menjawabnya.
Tapi Tuhan, hari itu aku merasakan hal berbeda dari
dirinya. Aku merasa dia memiliki perasaan yang sama denganku, dia menyayangiku,
dia peduli padaku, dia tak ingin aku pergi. Aku merasakannya ya Allah. Benarkah
apa yang aku rasakan? Kalaupun benar mungkin perasaan itu adalah perasaan
sesaat. Karna kenyataannya dia hanya kasihan dan tidak enak padaku.
Aku tidak menyesali keputusanku untuk tidak
menghubunginya,
Aku pergi bukan untuk meninggalkannya, tapi karna
aku sadar, terus disisinya tidak memberi kebahagiaan padanya. Dengan begitu dia
akan memiliki banyak ruang untuk menyukai wanitanya, tak akan terganggu dengan
pertanyaan atau permintaan yang sering aku ucapkan. Dan aku pun tidak akan
tersakiti dengan alasan-alasan yang sering dia ucapkan.
Hari-hari yang akan kulewati tanpa dirinya, bukan
untuk memulai dengan orang lain, tapi akan kugunakan untuk memfokuskan pada
karir dan orang tuaku.
Aku mengikhlaskan apa yang sudah terjadi antara aku
dan dia. Aku bahkan sangat bersyukur masih bisa bertemu dengannya, pergi
bersamanya, berfoto bersama, menyentuhnya, tersenyum bersama, bertemu
keluarganya, berkunjung ke rumahnya, membuat baju couple dan melukis cincin
sederhana di jari manis kami. Karna mungkin ketika aku tak memutuskan pergi,
aku tidak akan merasakan hal itu dan Dia akan terus beralasan untuk
menghindariku.
Ku pasrahkan perasaanku padamu ya Allah,
Engkau sang pemilik takdir. Aku percaya takdir Mu
ya Allah.
Jika selama 7 tahun kau memisahkan aku dengannya
dan kemudian mempertemukanku kembali, bukan tidak mungkin suatu saat Engkau
akan mempertemukan kami kembali. Ya allah, jika dulu aku pernah berdoa ingin
membuatnya menyesal dan merasa rendah dari pada aku. Saat ini aku berdoa agar diberikan kepercayaan diri padanya, mampukan dia dalam karir dan agama untuk hidup bersamaku.
Biarkan saat ini kami hidup pada jalan hidup masing-masing,
untuk memperbaiki diri kami, mengejar cita-cita kami yang belum kami raih.
Jika perpisahanku dulu tak meninggalkan kesan
apapun, jika dulu kami saja benar2 lupa, aku mohon...jangan pernah hapus kenanganku
dengannya selama 2 tahun belakang ini ya Allah. Jangan hapus aku dalam
pikirannya, begitupun juga dengan diriku.
Ku hanya bisa mendoakannya dari jauh, jaga dia ya
Allah, tunjukkan jalan yang baik padanya, jangan biarkan dia tersesat, jangan
biarkan dia terluka, jangan biarkan dia jumawa, jangan biarkan dia jauh
dariMu., mudahkan dia meraih kesuksesan, bantu dia dalam mencari rejeki.
Aamiin aamiin aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar