19 Juli 2019
Hari
ini adalah hari dimana aku dinyatakan lulus.
Sidang
kelulusan yang membuat ku tak bisa tidur belakangan ini.
Aku
bahagia ,
1
target ku tercapai.
Menyelesaikan
pendidikan tepat waktu, tak perlu membayar ulang di semester berikutnya.
Membuat
kedua orang tuaku tersenyum bahagia, dan begitu bangga melihat anaknya
menyandang gelar yang selama ini diperjuangkan bersama.
Tetapi...lagi
dan lagi...
Dihari
yang bahagia ini aku tak bisa berbagi dengan sahabat dekat ku dan orang yang
berarti untukku.
Sahabat
dekatku memilih mendampingi kekasihnya. Aku tau pacarnya sedang sakit dan
membutuhkan sahabatku. Aku tau. Aku hanya minta waktunya sedikit, sedikit saja
untuk hadir dan menyambutku. Toh pacarnya punya keluarga, bukan hanya
sahabatku. Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan dan mengabadikan moment itu
bersamanya.
Aku
sungguh kecewa,
Dan
lagi, ada hal lain yang membuatku kecewa,
Dia..
Aku
tak memintanya hadir seperti sahabatku. Aku memaklumi kondisi yang tak
memungkinkan.
Aku
hanya sedikit berharap akan perhatiannya.
Setidaknya
dia menanyakan bagaimana hasilnya?
Bagaimana
dia memotivasiku sebelum aku masuk ke ruang sidang.
Setidaknya dia menanyakan keadaanku..
Apa
aku berlebihan??
Aku
hanya butuh support dari orang terdekqtku, terlebih dia yang berarti dalam
hidupku.
Tapi
nyatanya tak ada ucapan apapun yang keluar dari mulutnya.
Bahkan
aku memintanya untuk memberi selamat padaku.
Memalukan
ya??
Tadinya
aku tak ingin mempermasalahkan, aku berusaha menghilangkan pengharapan2 ku.
Tapi
dia masih saja tak peduli padaku.
Sebegitu
tak berartinya aku?
Sebegitu
dia tak mempedulikan aku?
Bahkan
teman2 yang tak dekatku, memberikan selamat padaku, sekedar menanyakan hasil,
dan ada yng datang menghampiriku.
Apa
benar dia tak mengerti perasaanku?
Atau
dia pura-pura?
Apa
benar perasaannya sudah sepenuhnya hilang untukku?
Apa
benar dia tak merasa bangga padaku?
Sedangkan
apa yang aku lakukan, tak lain ingin membuatnya bangga padaku...
Tapi sepertinya aku salah..,
Urusanku
adalah urusanku, bukan urusan dia.
Apa
karna sebelumnya aku meminta bunga, sedangkan dia tak bisa membawakan bunga
untukku, sehingga dia menolak tau akan moment ini.
Apa
sepicik itu pikiran nya?
Ya
Allah, apa aku salah mengukainya?
Apa
aku salah menyukai orang yang amat sangat sederhana itu?
Apa
terlalu sulit baginya untuk bersamaku?
Apa
terlalu sulit baginya untuk memandangku seperti dirinya memandang wanita2nya
terdahulu?
Apa
terlalu sulit untuk memulai bersamaku?
Dengan
keadaanya saat ini?
Aku
akan menunggunya,
Jika
dia ingin sukses terlebih dulu,
Aku
tak keberatan untuk berjuang bersamanya,
Jika
ia takut tak sanggup memberiku secara materi ,
aku
tak akan banyak meminta,
aku
akan mandiri dengan hasil kerja kerasku.
Jika
dia takut dengan kedua orang tuaku,
Ayo
kita bersama2 tunjukkan bahwa kita mampu.
Aku
hanya memintamu setia padaku...
Aku
hanya memintamu hanya mencintaiku.... hanya mencintaiku..
Lakukan
itu sebagai seorang lelaki bertanggung jawab.
Itu
saja..
Selebihnya
aku bisa melakukannya sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar