Aku sering memikirkan kejadian
sebelumnya...
Apa yang salah dengan
sikapku..
Apa yang salah dengan
perkataanku..
Hingga saat ini dia memutuskan
pergi dan enggan kembali.
Dari awal aku bertemu kembali
dengannya,
_kejadian februari 2017- mei
2017_
dia sering menghubungiku..
hampir setiap hari dia menelponku dan menemani hari-hariku..
Dia pernah mengatakan
menyukaiku, dia pernah berfikir mungkin kita berjodoh..
Berkembang dan kemudian aku
mulai menyukainya.
Dan ketika aku menyukainya dia
mulai mundur perlahan, dia mulai membatasi dirinya.., dia selalu mengatakan
ketidakmungkinan berhubungan denganku.
Dengan berjalannya waktu, dan
kepercayaan yang aku bangun dalam dirinya, dan akhirnya dia menghilangkan pikiran
tersebut. Dia mulai percaya diri lagi. Dia memiliki keyakinan untuk berkomitmen
denganku. Dia berjanji akan membuktikannya, dengan sebuah cincin yang nantinya
disematkan dijari manisku.
Tapi kemudian... pikiran itu
kembali mengganggu pikiran dan hatinya.
Akku tidak tau apa yang salah
denganku...
Aku sering
marah dengan sikapnya yang setiap kali berubah, aku sering menangis karnanya..
dia akan terus menghubungiku meskipun aku tak acuh padanya. Dia masih berusaha
untuk memperbaiki suasana hatiku.
Pada suatu jeda
waktu.... agustus 2017
Ketika aku
memutuskan tidak menghubunginya, aku kira dia akan mencariku. Ternyata dia pun
memilih mundur.
Suatu ketika
aku kembali mengubunginya dengan kepura-puraan bahwa aku sudah melupakannya,
aku sudah baik2 saja, aku seolah-olah menjadi teman baik yang akan mendengar
critanya, dan aku mendengar dari mulutnya sendiri dia menyukai wanita lain. Bahkan
berniat berhubungan serius. Dia sempat membandingkan diriku dengan wanita itu. Kalian
pasti tau apa yang aku rasakan?? Aku tak perlu menjelaskan perasaan itu. Yang jelas
setiap hari aku menangisinya. Suatu ketika aku berulah dan membuat wanita itu
marah hingga memblok akun dia dan aku. Dan kalian tau.. dia memarahiku, dia
berkata kasar padaku. Dia mengatakan aku menghancurkan hubungan
mereka..,padahal bukan aku.., tapi wanita itu yang menghancurkan mimpiku
bersamanya. Kalian pasti tau apa yang aku rasakan??
Singkat cerita
mereka berpisah dengan baik-baik. Dan aku ikhlas jika dia benci dan tak mau
berteman denganku. Tapi nyatanya dia memaafkan sikap kekanak-kanakanku itu. Aku
berteman kembali dengannya. Berkembang dan hubungan kamipun kembali baik. Berkomitmen,
Saling berjanji untuk bersama apapun keadaannya.
Kejadian ini
dimulai pada bulan agustus. hubungan kami baik-baik saja kurang lebih 2 bulan
semasa aku praktikum 2, walaupun ada sedikit masalah, ada sedikit kebosanan
dengan hubungan ini. Pada masa ini aku
merasa perasaan dia banyak berkembang denganku, kami sering memikirkan masa depan
bersama, kami sempat berbagi akun sosmed, saling terbuka bahkan ke suatu hal
intim. Perasaanku juga banyak berkembang padanya, hingga rasa ingin memilikinya
pun sangat besar, perasaan cemburu dan ingin diakui juga. Hingga suatu saat aku
membuat kesalahn yang membuatnya kembali pergi dariku. Dan masa itu pun
berakhir.
Januari 2018
Jeda kami
berlangsung cukup lama, sekitar 2 bulan lose kontak, pada 12 januari 2018 dia
ulang tahun. Aku tau dan aku pastikan pada jeda waktu kami berpisah dia
menyukai wanita lain. Tapi dihari ulang tahunnya dia seperti sedih. Dan kalian
tau dear??? Sebenci aku dan sekecewanya aku padanya aku tak pernah bisa
melihatnya terluka sekalipun karna wanita lain. Aku tak pernah bisa bahagia
diatas penderitaannya. Penderitaannya penderitaanku juga, lukanya lukaku juga. Dan
dihari itu aku mengucapkan dan memberi sedikit kejutan dengan membuat video
singkat.
Semua berawal
dari itu, sampai dihari ulang tahunku dia pun menjadi orang pertama yang
menghabiskan waktu denganku. Berkembang hingga praktikum 3 berlangsung. Hubungan
kami kembali membaik, dengan rutinitas yang sama, saling berbagi dan mengisi.
lagi-lagi dia
mulai bosan denganku. Dia kehilangan respect terhadapku karena aku sering
menyebut ingin menikah menikah dan menikah. Yang mungkin menjadi beban baginya.
Tepatnya bulan
april.., dia membatasi komunikasi denganku, dia bersikap acuh padaku, bahkan
ketika aku menangis didepannya, ketika aku marah dan mengulang kalimat akan
pergi dia tak pernah menanggapi. dia seolah-olah memaksaku untuk
meninggalkannya. Karna ketidaktahananku aku pun tk pernah menghubunginya.
Ketika perasaanku
mulai stabil, dan lagi-lagi aku datang padanya. Saat itu aku benar2 rindu
padanya. Tapi dia tak pernah mau mengangkat telponku. Aku berbicara pada diriku
sendiri jika akhirnya hubungan kami akan berpisah, aku harus bicara padanya. Dan
saat itu aku memintanya baik2 dan lagi-lagi aku mengatakan mengakhiri. Setelah telpon
itu aku blokir semua akunnya.
Singkat cerita sejak masalah blokir hubungan
kami tak kembali seperti dulu. Setelah insiden itu dia kecewa padaku, dan pada
saat aku kembali, kekecewaan itu masih melekat padanya, sedang aku memaksa dia
memutuskan sesuatu. Aku meminta kejelasan hubungan, dan berujung dia berucap
kami berteman saja.
Hubungan yang
paling tidak aku sukai adalah hubungan saat ini. Ketika aku masih menyukainya,
tapi aku tak punya hak cemburu padanya. bahkan aku berjanji tidak akan terbawa
perasaan padanya. Ketika aku terbawa perasaan padanya, maka saat itu juga dia
akan membatasi diri. Saat ini tak ada lagi mimpi atau orolan masa depan untuk
bersama, yang ada hanya kerealistisan pandangan dia bahwa dia tidak akan hidup
bersamaku dimasa depan. hidup dalam
kepura-puraan perasaan, agar kami tetap bisa berkomunikasi. Berpura baik baik
saja ketika tau dia sedang dekat dengan wanita lain,dan ketika dia galau karena
wanita lain. Rasanya hatiku tak terima dan sakit. Hari-hariku ku lewati dengan
rasa seperti ini.
Tepatnya juli
2018.. dia mengatakan dia akan pulang,
Setelah penantianku
selama satu tahun belakang, dan 7 tahun waktu kami tak pernah bertemu.., tapi saat ini bukan lagi aku orang yang ingin dia temui, bukan lagi aku yang ingin dia
datangi kerumah.
bukan lagi aku....
bukan lagi aku....
jika kalian bertanya apakah aku baik-baik saja?
tidak, aku tak pernah baik-baik saja, aktivitasku banyak terganggu.
bahkan banyak hal bodoh yang aku lakukan untuk mencari perhatiannya.
aku si bodoh yang masih menunggunya...
menunggunya kembali seperti awal dia pernah berucap padaku.
menunggunya kembali disaat perasaannya mulai berkembang padaku,
menunggunya kembali merajut masa depan ketika dia pulang..,
menunggunya kembali untuk menepati janjinya melamarku..,
aku si bodoh yang masih menunggunya...
menunggunya kembali seperti awal dia pernah berucap padaku.
menunggunya kembali disaat perasaannya mulai berkembang padaku,
menunggunya kembali merajut masa depan ketika dia pulang..,
menunggunya kembali untuk menepati janjinya melamarku..,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar