Minggu, 08 Juli 2018

14 Februari 2017- 9 Juli 2018


Aku sering memikirkan kejadian sebelumnya...
Apa yang salah dengan sikapku..
Apa yang salah dengan perkataanku..
Hingga saat ini dia memutuskan pergi dan enggan kembali.
Dari awal aku bertemu kembali dengannya,

_kejadian februari 2017- mei 2017_
dia sering menghubungiku.. hampir setiap hari dia menelponku dan menemani hari-hariku..
Dia pernah mengatakan menyukaiku, dia pernah berfikir mungkin kita berjodoh..
Berkembang dan kemudian aku mulai menyukainya.
Dan ketika aku menyukainya dia mulai mundur perlahan, dia mulai membatasi dirinya.., dia selalu mengatakan ketidakmungkinan berhubungan denganku.
Dengan berjalannya waktu, dan kepercayaan yang aku bangun dalam dirinya, dan akhirnya dia menghilangkan pikiran tersebut. Dia mulai percaya diri lagi. Dia memiliki keyakinan untuk berkomitmen denganku. Dia berjanji akan membuktikannya, dengan sebuah cincin yang nantinya disematkan dijari manisku.
Tapi kemudian... pikiran itu kembali mengganggu pikiran dan hatinya.
Akku tidak tau apa yang salah denganku...
Aku sering marah dengan sikapnya yang setiap kali berubah, aku sering menangis karnanya.. dia akan terus menghubungiku meskipun aku tak acuh padanya. Dia masih berusaha untuk memperbaiki suasana hatiku.

Pada suatu jeda waktu.... agustus 2017
Ketika aku memutuskan tidak menghubunginya, aku kira dia akan mencariku. Ternyata dia pun memilih mundur.
Suatu ketika aku kembali mengubunginya dengan kepura-puraan bahwa aku sudah melupakannya, aku sudah baik2 saja, aku seolah-olah menjadi teman baik yang akan mendengar critanya, dan aku mendengar dari mulutnya sendiri dia menyukai wanita lain. Bahkan berniat berhubungan serius. Dia sempat membandingkan diriku dengan wanita itu. Kalian pasti tau apa yang aku rasakan?? Aku tak perlu menjelaskan perasaan itu. Yang jelas setiap hari aku menangisinya. Suatu ketika aku berulah dan membuat wanita itu marah hingga memblok akun dia dan aku. Dan kalian tau.. dia memarahiku, dia berkata kasar padaku. Dia mengatakan aku menghancurkan hubungan mereka..,padahal bukan aku.., tapi wanita itu yang menghancurkan mimpiku bersamanya. Kalian pasti tau apa yang aku rasakan??
Singkat cerita mereka berpisah dengan baik-baik. Dan aku ikhlas jika dia benci dan tak mau berteman denganku. Tapi nyatanya dia memaafkan sikap kekanak-kanakanku itu. Aku berteman kembali dengannya. Berkembang dan hubungan kamipun kembali baik. Berkomitmen, Saling berjanji untuk bersama apapun keadaannya.

Kejadian ini dimulai pada bulan agustus. hubungan kami baik-baik saja kurang lebih 2 bulan semasa aku praktikum 2, walaupun ada sedikit masalah, ada sedikit kebosanan dengan hubungan ini.  Pada masa ini aku merasa perasaan dia banyak berkembang denganku, kami sering memikirkan masa depan bersama, kami sempat berbagi akun sosmed, saling terbuka bahkan ke suatu hal intim. Perasaanku juga banyak berkembang padanya, hingga rasa ingin memilikinya pun sangat besar, perasaan cemburu dan ingin diakui juga. Hingga suatu saat aku membuat kesalahn yang membuatnya kembali pergi dariku. Dan masa itu pun berakhir.

Januari 2018
Jeda kami berlangsung cukup lama, sekitar 2 bulan lose kontak, pada 12 januari 2018 dia ulang tahun. Aku tau dan aku pastikan pada jeda waktu kami berpisah dia menyukai wanita lain. Tapi dihari ulang tahunnya dia seperti sedih. Dan kalian tau dear??? Sebenci aku dan sekecewanya aku padanya aku tak pernah bisa melihatnya terluka sekalipun karna wanita lain. Aku tak pernah bisa bahagia diatas penderitaannya. Penderitaannya penderitaanku juga, lukanya lukaku juga. Dan dihari itu aku mengucapkan dan memberi sedikit kejutan dengan membuat video singkat.

Semua berawal dari itu, sampai dihari ulang tahunku dia pun menjadi orang pertama yang menghabiskan waktu denganku. Berkembang hingga praktikum 3 berlangsung. Hubungan kami kembali membaik, dengan rutinitas yang sama, saling berbagi dan mengisi.
lagi-lagi dia mulai bosan denganku. Dia kehilangan respect terhadapku karena aku sering menyebut ingin menikah menikah dan menikah. Yang mungkin menjadi beban baginya.

Tepatnya bulan april.., dia membatasi komunikasi denganku, dia bersikap acuh padaku, bahkan ketika aku menangis didepannya, ketika aku marah dan mengulang kalimat akan pergi dia tak pernah menanggapi. dia seolah-olah memaksaku untuk meninggalkannya. Karna ketidaktahananku aku pun tk pernah menghubunginya.

Ketika perasaanku mulai stabil, dan lagi-lagi aku datang padanya. Saat itu aku benar2 rindu padanya. Tapi dia tak pernah mau mengangkat telponku. Aku berbicara pada diriku sendiri jika akhirnya hubungan kami akan berpisah, aku harus bicara padanya. Dan saat itu aku memintanya baik2 dan lagi-lagi aku mengatakan mengakhiri. Setelah telpon itu aku blokir semua akunnya.

 Singkat cerita sejak masalah blokir hubungan kami tak kembali seperti dulu. Setelah insiden itu dia kecewa padaku, dan pada saat aku kembali, kekecewaan itu masih melekat padanya, sedang aku memaksa dia memutuskan sesuatu. Aku meminta kejelasan hubungan, dan berujung dia berucap kami berteman saja.

Hubungan yang paling tidak aku sukai adalah hubungan saat ini. Ketika aku masih menyukainya, tapi aku tak punya hak cemburu padanya. bahkan aku berjanji tidak akan terbawa perasaan padanya. Ketika aku terbawa perasaan padanya, maka saat itu juga dia akan membatasi diri. Saat ini tak ada lagi mimpi atau orolan masa depan untuk bersama, yang ada hanya kerealistisan pandangan dia bahwa dia tidak akan hidup bersamaku dimasa depan.  hidup dalam kepura-puraan perasaan, agar kami tetap bisa berkomunikasi. Berpura baik baik saja ketika tau dia sedang dekat dengan wanita lain,dan ketika dia galau karena wanita lain. Rasanya hatiku tak terima dan sakit. Hari-hariku ku lewati dengan rasa seperti ini.

Tepatnya juli 2018.. dia mengatakan dia akan pulang,
Setelah penantianku selama satu tahun belakang, dan 7 tahun waktu kami tak pernah bertemu.., tapi  saat ini bukan lagi aku orang yang ingin dia temui, bukan lagi aku yang ingin dia datangi kerumah. 
bukan lagi aku....


jika kalian bertanya apakah aku baik-baik saja?
tidak, aku tak pernah baik-baik saja, aktivitasku banyak terganggu. 
bahkan banyak hal bodoh yang aku lakukan untuk mencari perhatiannya. 

aku si bodoh yang masih menunggunya...
menunggunya kembali seperti awal dia pernah berucap padaku.
menunggunya kembali disaat perasaannya mulai berkembang padaku,
menunggunya kembali merajut masa depan ketika dia pulang..,
menunggunya kembali untuk menepati janjinya melamarku..,











Tidak ada komentar:

Posting Komentar