Minggu, 22 Juli 2018

why??


Tuhan, sampai kapan Kau membiarkan aku seperti ini?
Sampai kapan Kau biarkan aku menunggu orang yang bahkan tak ingin aku berada disisinya?
Sampai kapan?
Sedangkan banyak lelaki yang lebih baik darinya menghapiriku.
Tapi kenapa Tuhan, tak sekalipun Kau condongkan hatiku ke arah mereka,
Bukan untuk sekali atau dua kalinya.
Jika dia memang jodohku? Kenapa tidak kau condongkan kati kami berdua/
Kenapa hanya hatiku?
Bukankah disetiap malam Kau selalu mendengar doaku akan hal ini?
Kenapa Kau membuatnya mencari wanita lain yang lebih dan lebih dariku?
Kenapa kau tak memberi kematapan pada hatinya?


19 juli 2019


19 Juli 2019
Hari ini adalah hari dimana aku dinyatakan lulus.
Sidang kelulusan yang membuat ku tak bisa tidur belakangan ini.
Aku bahagia ,
1 target ku tercapai.
Menyelesaikan pendidikan tepat waktu, tak perlu membayar ulang di semester berikutnya.
Membuat kedua orang tuaku tersenyum bahagia, dan begitu bangga melihat anaknya menyandang gelar yang selama ini diperjuangkan bersama.
Tetapi...lagi dan lagi...
Dihari yang bahagia ini aku tak bisa berbagi dengan sahabat dekat ku dan orang yang berarti untukku.
Sahabat dekatku memilih mendampingi kekasihnya. Aku tau pacarnya sedang sakit dan membutuhkan sahabatku. Aku tau. Aku hanya minta waktunya sedikit, sedikit saja untuk hadir dan menyambutku. Toh pacarnya punya keluarga, bukan hanya sahabatku. Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan dan mengabadikan moment itu bersamanya.
Aku sungguh kecewa,
Dan lagi, ada hal lain yang membuatku kecewa,
Dia..
Aku tak memintanya hadir seperti sahabatku. Aku memaklumi kondisi yang tak memungkinkan.
Aku hanya sedikit berharap akan perhatiannya.
Setidaknya dia menanyakan bagaimana hasilnya?
Bagaimana dia memotivasiku sebelum aku masuk ke ruang sidang.
 Setidaknya dia menanyakan keadaanku..
Apa aku berlebihan??
Aku hanya butuh support dari orang terdekqtku, terlebih dia yang berarti dalam hidupku.
Tapi nyatanya tak ada ucapan apapun yang keluar dari mulutnya.
Bahkan aku memintanya untuk memberi selamat padaku.
Memalukan ya??
Tadinya aku tak ingin mempermasalahkan, aku berusaha menghilangkan pengharapan2 ku.
Tapi dia masih saja tak peduli padaku.
Sebegitu tak berartinya aku?
Sebegitu dia tak mempedulikan aku?
Bahkan teman2 yang tak dekatku, memberikan selamat padaku, sekedar menanyakan hasil, dan ada yng datang menghampiriku.
Apa benar dia tak mengerti perasaanku?
Atau dia pura-pura?
Apa benar perasaannya sudah sepenuhnya hilang untukku?
Apa benar dia tak merasa bangga padaku?
Sedangkan apa yang aku lakukan, tak lain ingin membuatnya bangga padaku...
 Tapi sepertinya aku salah..,
Urusanku adalah urusanku, bukan urusan dia.
Apa karna sebelumnya aku meminta bunga, sedangkan dia tak bisa membawakan bunga untukku, sehingga dia menolak tau akan moment ini.
Apa sepicik itu pikiran nya?
Ya  Allah, apa aku salah mengukainya?
Apa aku salah menyukai orang yang amat sangat sederhana itu?
Apa terlalu sulit baginya untuk bersamaku?
Apa terlalu sulit baginya untuk memandangku seperti dirinya memandang wanita2nya terdahulu?
Apa terlalu sulit untuk memulai bersamaku?
Dengan keadaanya saat ini?
Aku akan menunggunya,
Jika dia ingin sukses terlebih dulu,
Aku tak keberatan untuk berjuang bersamanya,

Jika ia takut tak sanggup memberiku secara materi ,
aku tak akan banyak meminta,
aku akan mandiri dengan hasil kerja kerasku.
Jika dia takut dengan kedua orang tuaku,
Ayo kita bersama2 tunjukkan bahwa kita mampu.
Aku hanya memintamu setia padaku...
Aku hanya memintamu hanya mencintaiku.... hanya mencintaiku..
Lakukan itu sebagai seorang lelaki bertanggung jawab.
Itu saja..
Selebihnya aku bisa melakukannya sendiri






Minggu, 08 Juli 2018

14 Februari 2017- 9 Juli 2018


Aku sering memikirkan kejadian sebelumnya...
Apa yang salah dengan sikapku..
Apa yang salah dengan perkataanku..
Hingga saat ini dia memutuskan pergi dan enggan kembali.
Dari awal aku bertemu kembali dengannya,

_kejadian februari 2017- mei 2017_
dia sering menghubungiku.. hampir setiap hari dia menelponku dan menemani hari-hariku..
Dia pernah mengatakan menyukaiku, dia pernah berfikir mungkin kita berjodoh..
Berkembang dan kemudian aku mulai menyukainya.
Dan ketika aku menyukainya dia mulai mundur perlahan, dia mulai membatasi dirinya.., dia selalu mengatakan ketidakmungkinan berhubungan denganku.
Dengan berjalannya waktu, dan kepercayaan yang aku bangun dalam dirinya, dan akhirnya dia menghilangkan pikiran tersebut. Dia mulai percaya diri lagi. Dia memiliki keyakinan untuk berkomitmen denganku. Dia berjanji akan membuktikannya, dengan sebuah cincin yang nantinya disematkan dijari manisku.
Tapi kemudian... pikiran itu kembali mengganggu pikiran dan hatinya.
Akku tidak tau apa yang salah denganku...
Aku sering marah dengan sikapnya yang setiap kali berubah, aku sering menangis karnanya.. dia akan terus menghubungiku meskipun aku tak acuh padanya. Dia masih berusaha untuk memperbaiki suasana hatiku.

Pada suatu jeda waktu.... agustus 2017
Ketika aku memutuskan tidak menghubunginya, aku kira dia akan mencariku. Ternyata dia pun memilih mundur.
Suatu ketika aku kembali mengubunginya dengan kepura-puraan bahwa aku sudah melupakannya, aku sudah baik2 saja, aku seolah-olah menjadi teman baik yang akan mendengar critanya, dan aku mendengar dari mulutnya sendiri dia menyukai wanita lain. Bahkan berniat berhubungan serius. Dia sempat membandingkan diriku dengan wanita itu. Kalian pasti tau apa yang aku rasakan?? Aku tak perlu menjelaskan perasaan itu. Yang jelas setiap hari aku menangisinya. Suatu ketika aku berulah dan membuat wanita itu marah hingga memblok akun dia dan aku. Dan kalian tau.. dia memarahiku, dia berkata kasar padaku. Dia mengatakan aku menghancurkan hubungan mereka..,padahal bukan aku.., tapi wanita itu yang menghancurkan mimpiku bersamanya. Kalian pasti tau apa yang aku rasakan??
Singkat cerita mereka berpisah dengan baik-baik. Dan aku ikhlas jika dia benci dan tak mau berteman denganku. Tapi nyatanya dia memaafkan sikap kekanak-kanakanku itu. Aku berteman kembali dengannya. Berkembang dan hubungan kamipun kembali baik. Berkomitmen, Saling berjanji untuk bersama apapun keadaannya.

Kejadian ini dimulai pada bulan agustus. hubungan kami baik-baik saja kurang lebih 2 bulan semasa aku praktikum 2, walaupun ada sedikit masalah, ada sedikit kebosanan dengan hubungan ini.  Pada masa ini aku merasa perasaan dia banyak berkembang denganku, kami sering memikirkan masa depan bersama, kami sempat berbagi akun sosmed, saling terbuka bahkan ke suatu hal intim. Perasaanku juga banyak berkembang padanya, hingga rasa ingin memilikinya pun sangat besar, perasaan cemburu dan ingin diakui juga. Hingga suatu saat aku membuat kesalahn yang membuatnya kembali pergi dariku. Dan masa itu pun berakhir.

Januari 2018
Jeda kami berlangsung cukup lama, sekitar 2 bulan lose kontak, pada 12 januari 2018 dia ulang tahun. Aku tau dan aku pastikan pada jeda waktu kami berpisah dia menyukai wanita lain. Tapi dihari ulang tahunnya dia seperti sedih. Dan kalian tau dear??? Sebenci aku dan sekecewanya aku padanya aku tak pernah bisa melihatnya terluka sekalipun karna wanita lain. Aku tak pernah bisa bahagia diatas penderitaannya. Penderitaannya penderitaanku juga, lukanya lukaku juga. Dan dihari itu aku mengucapkan dan memberi sedikit kejutan dengan membuat video singkat.

Semua berawal dari itu, sampai dihari ulang tahunku dia pun menjadi orang pertama yang menghabiskan waktu denganku. Berkembang hingga praktikum 3 berlangsung. Hubungan kami kembali membaik, dengan rutinitas yang sama, saling berbagi dan mengisi.
lagi-lagi dia mulai bosan denganku. Dia kehilangan respect terhadapku karena aku sering menyebut ingin menikah menikah dan menikah. Yang mungkin menjadi beban baginya.

Tepatnya bulan april.., dia membatasi komunikasi denganku, dia bersikap acuh padaku, bahkan ketika aku menangis didepannya, ketika aku marah dan mengulang kalimat akan pergi dia tak pernah menanggapi. dia seolah-olah memaksaku untuk meninggalkannya. Karna ketidaktahananku aku pun tk pernah menghubunginya.

Ketika perasaanku mulai stabil, dan lagi-lagi aku datang padanya. Saat itu aku benar2 rindu padanya. Tapi dia tak pernah mau mengangkat telponku. Aku berbicara pada diriku sendiri jika akhirnya hubungan kami akan berpisah, aku harus bicara padanya. Dan saat itu aku memintanya baik2 dan lagi-lagi aku mengatakan mengakhiri. Setelah telpon itu aku blokir semua akunnya.

 Singkat cerita sejak masalah blokir hubungan kami tak kembali seperti dulu. Setelah insiden itu dia kecewa padaku, dan pada saat aku kembali, kekecewaan itu masih melekat padanya, sedang aku memaksa dia memutuskan sesuatu. Aku meminta kejelasan hubungan, dan berujung dia berucap kami berteman saja.

Hubungan yang paling tidak aku sukai adalah hubungan saat ini. Ketika aku masih menyukainya, tapi aku tak punya hak cemburu padanya. bahkan aku berjanji tidak akan terbawa perasaan padanya. Ketika aku terbawa perasaan padanya, maka saat itu juga dia akan membatasi diri. Saat ini tak ada lagi mimpi atau orolan masa depan untuk bersama, yang ada hanya kerealistisan pandangan dia bahwa dia tidak akan hidup bersamaku dimasa depan.  hidup dalam kepura-puraan perasaan, agar kami tetap bisa berkomunikasi. Berpura baik baik saja ketika tau dia sedang dekat dengan wanita lain,dan ketika dia galau karena wanita lain. Rasanya hatiku tak terima dan sakit. Hari-hariku ku lewati dengan rasa seperti ini.

Tepatnya juli 2018.. dia mengatakan dia akan pulang,
Setelah penantianku selama satu tahun belakang, dan 7 tahun waktu kami tak pernah bertemu.., tapi  saat ini bukan lagi aku orang yang ingin dia temui, bukan lagi aku yang ingin dia datangi kerumah. 
bukan lagi aku....


jika kalian bertanya apakah aku baik-baik saja?
tidak, aku tak pernah baik-baik saja, aktivitasku banyak terganggu. 
bahkan banyak hal bodoh yang aku lakukan untuk mencari perhatiannya. 

aku si bodoh yang masih menunggunya...
menunggunya kembali seperti awal dia pernah berucap padaku.
menunggunya kembali disaat perasaannya mulai berkembang padaku,
menunggunya kembali merajut masa depan ketika dia pulang..,
menunggunya kembali untuk menepati janjinya melamarku..,











hatiku tetap terluka

6 Juli 2017

Kemarin dia menghubungiku, 😂
Ku kira karna rindu, ternyata ada yg mengganggu pikirannya. Karna temanku memarahinya demi aku.
Tk mungkin dia rindu denganku? Sedangkan banyak wanita di sekelilingnya. 😂
Sudah lama dia tk merindukanku.
Mngkin dia jg sudah lupa cara merindukanku.
Yang aku tau, saat aku tak menghubunginya, dia merasa kehilangan., Dia galau.
Bukan kepadaku, tapi wanita lain. Wanita yg pernah terlibt perasaan dgnnya. Aku tak tau pasti siapa. 😅
Seperti itu lah, ketika aku memutuskan pergi darinya.. aku yg terluka, tapi ketika dia yg memutuskan pergi dariku, tetap saja aku yg terluka. Aneh ya..,

Aku tdk tau apa yg tmnku katakan padanya. Ingin aku bertanya, tp aku takut... aku tk siap mendengar kabar buruk.
Aku rasa tmnku memarahinya karna critaku kemarin. atau krna crita2 sebelum2nya atau krna sikapku yg masih tertahan padanya. entahlah aku tk tau.krna biasanya tmnku tk pernah peduli persoalan itu.

apapun alasan dia menelponku, entah karna dia bosan, dia membutuhkanku, dia kesepian, atau sekedar memastikan sesuatu aku ttp senang. setidaknya aku sedikit bermanfaat baginya.
setidaknya ada wktu yg tdk dia habiskan dgn wanita lain. 😌

tuhan, aku tdk tau pada diriku sendiri, knpa aku seperti ini, knp aku mempercayainya, knp aku meyakininya. kenapa dia bgtu byk mempengaruhi kehidupanku. knp dia berarti untukku?pdhl dia sering menyakitiku bahkan kdng dengan sengaja. pernah terfikir ingin membalasnya, berharap dia merasakan sakit yg aku rasakan. tp nyatanya?? setiap kali aku melihatnya terluka, setiap kali aku tau dia murung, hatiku ikut terluka. 😭
hari itu aku melihat wajah yg lesu, bingung, murung dan sedih.
aku mencoba menampakan wajah yg ceria, aku mencoba menghiburnya, aku coba membantu mengalihakan masalahnya, tp tetap saja.
bahkan Kau melihatku menangis.
😭