Minggu, 08 Juli 2018

Dulu

dulu aku pernah menuliskan kisahku dengannya disini
tapi kemudian aku mengahapusnya.
kenapa?? karna aku tidak ingin semua berakhir menjadi kenangan...
aku tak ingin menjadikannya kenangan..
aku tak ingin dia menjadi masa laluku...
aku tidak tau dia pernah membaca semua tulisanku atau tidak
aku tidak tau bagaimana reaksinya..
apakah dia akan tersentuh, atau sebaliknya
dan saat ini aku akan mulai menulis lagi,
bukan karena ingin menjadikannya kenangan,
tapi aku tidak bisa membagi apa yang aku rasakan kepada siapapun.
aku takut... segalanya akan menjadi bumerang.
aku takut... orang lain akan menilai buruk tentangku atau tentangnya..,
aku terlalu banyak takut kehilangan dia

Jumat, 17 Februari 2017

^.^

Dia akhirnya membaca tulisanku.
Bukan,..
dia sudah membacanya sejak pertama kali pesan email itu masuk. Hanya saja dia tak pernah mengatakan apapun.
Dia akhirnya merespon,
Itu lebih tepat.
 Walapun aku yang menanyakannya.q yang  memaksanya mengatakan sesuatu, meski dia sendiri tak ingin.
 Aku juga tidak ingin memikirkan lebih jauh kenapa dia melakukan itu, karna aku tau kenyataan itu tidak lebih tidak lain hanya akan membuatku sakit.

Terima kasih untuk waktu yang pernah kau luangkan untukku, baik karna keinginanmu sendiri,sukarela, keterpaksaan ataupun rasa tidak enak.

Jika suatu saat kau lelah dengan pencarianmu, kau boleh  mencariku kembali.aku akan terbuka menerimamu.

Jangan salah paham, sejak hari itu, aku merasa kau telah melepasq sepenuhnya. hingga jerat ikatan silaturahmi.
Dan aku benar2 bisa menikmati kehidupanku tanpa memikirkanmu sedikitpun. Aku bisa membuka hatiku kembali, aku bisa melaksanakan aktivitasku yang seharusnya, memikirkan masa depanku, mengutamakan karirku.
Jika kau takut menyakitiku? Q tak merasakannya lagi.


Maka mulai saat ini, biar q yang membuatmu terlihat tidak cocok denganku.

Q jg tdak akan menegurmu terlebih dulu, bukan karna aku angkuh, tp karna aku tidak tau apakah itu pantas?



Senin, 09 Januari 2017

apa yang harus kulakukan?

1/8/2017 10:15 PM
Entah hubungan apa yang sekarang berjalan antara aku dengan nya. Kaka adik kah? Temankah? Atau hanya cinta sepihak?
Kami kenal cukup lama, mngkin sejak q lulus sma, dan dia blm lama bekerja disana. Kenalan di suatu tempat yang tidak sengaja yang hingga kini masih berlanjut. Kami hanya saling mengenal di dunia maya. Bagaimana bisa seseorang baper dari pertemuan dunia maya?
Berawal hanya keisengan bermain kontak jodoh, berkembang menjadi seorang teman. Sudah banyak yang kami lalui. Terutama yang aku rasakan. Kenapa q sebut yang q rasakan? Yah,. Karna q sendiri tak tau apakah dia merasakan hal yang sama sepertiku.
Dari pertama kenal yang masing2 diantara kami tidak berkata jujur, mngkin karna kami mengaanggap toh tidak pernah bertemu dan benar2 kenal. Berkembang menjadi saling telpon,chating,sms dari yang intens hingga yang tidak sama sekali. Bercerita kesana kemari, curhat, dan apa adanya.Semuanya naik turun.
Dari dia yang pernah mempunyai kekasih,putus, sendiri dan menyukai orang lain lagi. Dari q yang masih sendiri sampai sekarang. Dari dia yang pernah perhatian, menyenangkan, hangat hingga pada saatnya dia mulai berubah.
Kami tak benar2 saling mengenal, tapi ada perasaan nyaman yang aku rasakan setiap kali berhubungan dengannya. Entah sekedar telpon, chatting, atau sejenisnya. Q pernah terbawa perasaan dengannya, tp ketika q baper, ia seperti membatasi diri. Q mengerti alasannya, yah mngkin karna kami memang tidak benar2 saling mengenal.
Hingga pada suatu ketika kami merencanakan untuk berlibur bersama, dan rencana itu gagal. Untuk alasan pastinya q tidk begitu tau, tapi q merasa dia tidak begitu menginginkan pertemuan kami karna ada wanita yg sedang ia sukai. Andai dia tau, q selalu menantikan hari itu, aku memikirkannya, aku mempersiapkanya. Walaupun q sedang uas, q tak pernah mengatakannya, karna q takut dia membatalkannya. Tapi ternyata benar dia membatalkannya dengan alasan lain.
Apakah dia tau bagaimana perasaanku? Dengan datar dan tanpa rasa bersalah mengatakan itu padaku, dengan mudahnya q mengatakan tidak apa2. Tapi benarkah dia benar2 tidak tau arti tidak apa2 yang aku ucapkan? Tidak taukah jika q kecewa padanya? Atau dia pura2 tidak tau? Atau tidak mau tau? Dia bahkan tidak membalasnya lagi. Sedingin itukah? Haruskah bersikap demikian? Atau perasaanku yang terlalu berlebihan? Atau dia memang seperti itu? atau memang dia sengaja?
Setiap kali q bertanya pada diriku.
Apakah Ketika q mencoba menelponnya?ketika q memulai menghubungi dia terlebih dulu? Apakah itu berlebihan? Apakah q terlihat seperti wanita yang begitu menyukainya?
Kenapa dia sering membuat alasan untuk tidak menerima telponku? kenapa dia seperti menjauhiku. Atau memang benar dia menjauhiku? Dia takut q menyukainya? Atau dia merasa aku menyukainya dan dia tidak ingin itu terjadi?
Sebenarnya apa yang ada dibenakmu tentang diriku? Aku sungguh tidak mengerti dan q sungguh ingin mengetahuinya.
Jika kau tak ingin q menyukaimu, q akan bersikap seolah2 q punya kekasih.
Jika kau merasa kau dan aku tidak cocok, katakana kita berteman saja.
Jika kau menyukai orang lain, ceritakan saja padaku, aku tidak apa2.
Tp jangan acuhkan aku, jangan menjauhiku, jangan membenciku.
Terlalu berat bagiku pak, menahan semua perasaan suka dan sedihku karnamu. Jangan menambahnya lagi. Jangan buat aku mengira-ngira terlalu banyak.
Andai kau tau, setiap hari q selalu ingin mengirim pesan padamu, mendengar suaramu, bahkan jika bisa q ingin melihatmu. Tapi q selalu menahannya, q selalu menghitung setiap hari kapan terakhir kali q menelponmu atau mengirimi pesan?kapan terakhir kau mengangkat atau membalasnya? Kapan seharusnya q menelpon/ mengirimi pesan lagi. Bahkan ketika q tau kita sama2 begadang, q tak bisa menyapamu. Karna aku takut kau akan lebih sering mengacuhkanku. Itu terlalu menyakitiku pak.
Apa yang q lakukan tidak lain karna Aku merindukanmu, q ingin tau kabarmu.. Aku selalu menyibukan diri ku dengan kegiatan kuliah,akitvitasku atau dengan yang lainnya. Tp tetap saja Aku merasa kesepian setiap hari.
Pak, aku sudah dewasa, q bukan anak sma lagi, apa yang q pikirkan bukan lagi sekedar  kuliah, banyak hal yang muncul dipikiran yang merasuki hatiku.
Apakah perasaanku ini salah? Aku pun ingin melupakan semua ini, aku ingin mengakhiri perasaan ini. aku selalu mencobanya, tp ketika perasaanku naik, itu terlalu sulit. Perasaan ini selalu datang dan pergi menghampiriku. Ketika ia pergi q tak pernah mengharapkannya kembali, tp selalu saja ada yang mengingatkan hingga ia datang kembali.
Suatu ketika q berfikir, kita perlu bertemu. Apapun yang terjadi. Perubahan sikap seperti apa yang akan terjadi aku harus siap. Kau ingat? Q pernah mengatakan “setidaknya q bisa bercerita kepada orang lain bahwa q pernah mengenalmu?”. Kenapa q mengatakan demikian? Karna q ingin membuktikan  perasaanku adalah perasaan yang wajar orang lain rasakan. Jikalau q memang menyukaimu, setidaknya q pernah melihatmu dengan nyata dan kau benar ada di kehidupanku selama ini.
Setelah pertemuan yang tidak direncanakan itu terjadi. Kau tau bagaimana perasaanku? Awalnya biasa saja, tapi setelah itu q merasa bahagia pak, bahagia sekali. Andai kau tau, q baru pernah menghabiskan waktu yang cukup lama dengan seorang lelaki. Aku baru pernah pergi jalan2 berdua dengan lelaki. Bersikap apa adanya tanpa beban, tanpa canggung, tanpa malu. Q menikmati liburan itu pak. Q menikmati setiap perjalanan bersamamu. Lalu bagaimana denganmu? Apakah kau tidak merasakan kebahagiaan sepertiku? Apakah kau tidak merasa senang? Atau kau merasa malu pergi denganku? Berfoto denganku? Apa q begitu merepotkanmu? Apa q terlalu buruk olehmu? Apa kau menyesal bertemu denganku? Apa q jauh dari kriteriamu? Apa q seperti anak kecil? Atau apa ? Apa yang membuatmu tidak bahagia? Sungguh pikiran ini selalu menggangguku.
Jika kau bahagia, setidaknya kau ucapkan itu padaku, setidaknya kau bagikan foto itu, tak harus foto berdua, fotomu saja, setidaknya tunjukan kalo kau menyukainya. Kau tak harus menyukaiku juga, kau tak harus sebahagia diriku. jangan membuatku terus memikirkan hal ini.
Ingatkah awal mula sebutan bapak dan ibu diantara kita? Sampai sekarang sebutan itu masih kita gunakan. Aku masih mengingatnya, q masih mengingat semua kenangan itu.
Kenangan yang menyenangkan Ketika kau sering menelponku, ketika q menelpon kau mematikannya dan berbalik telpon. Kau mau menelponku walaupun beda operator. Telpon berjam2 dengan intensitas sering. Becandaan,perhatian, dan tertawa bersama. Ntahlah, kenapa itu menjadi hal menyenangkan bagiku.
Dibalik itu, kenapa lebih banyak Kenangan menyedihkan?ketika Kau mulai berubah, seperti sedang memiliki kekasih atau menyukai wanita lain. Kau sering mengacuhkan telponku, datar membalas pesanku, kau sering beralasan tidak tau ada telpon, sudah tidur dll, pdhl q tau kau jg sering begadang. Tapi apapun alasannya q tak pernah bisa berkomentar. Aku tak pernah bisa mengatakan rasa kesalku, marahku,sedihku. Kau juga tak pernah mengucapkan sepatah katapun saat q berulang tahun. entah kau sengaja atau pura2 tidak tau, atau mungkin memang itu hal yg tak perlu dilakukan dan tak penting. Padahal kata2 itu yang selalu q nantikan hingga saat ini. Walaupun q selalu mengingat hari ulang tahunmu, menyiapkan apa yang akan aku lakukan. Tp apa mau dikata, kalo kau sendiri tak ingin mengatakannya. Dan lagi lagi q tak bisa mengatakan apapun.
Taukah kamu? Berapa banyak air mata yang q teteskan untuk menulis ini? Q menulisnya bersama suara derasan hujan yang menemani malam sunyiku.
Aku tidak tau apakah tulisan ini nantinya akan aku berikan padamu? Atau hanya pelampiasanku saja. Andai tulisan ini sampai ditanganmu, q tidak tau apa yang akan aku lakukan. Apakah q siap atas segala responmu nanti?
Q terlalu gengsi untuk mengakui semua ini,
Q terlalu malu jika ternyata apa yang aku rasakan hanya perasaan sepihak.
dan mungkin aku juga akan menyesal ketika pada suatu hari kau menikah tanpa tau perasaan yang pernah q rasakan.

Aku sungguh tidak tau apa yang seharusnya q lakukan, tapi aku benar2 tidak bisa menahannya lagi.

Rabu, 27 Januari 2016

28 januari 2016

Q pikir tahun kemarin adalah mimpi burukku yang terakhir.
Ternyata hari ini terulang kembali. Disaat orang-orang terdekatku melupakan hari yang seharusnya membahagiakan bagiku.

Hari kelahiranku yang dinantikan. Mungkin aku salah,aku terlalu berharap banyak mereka akan mengingatku. Meskipun aku selalu mengingat hari ulang tahun mereka, aku selalu mencoba mengingatnya dihari2 sebelumnya,karna aku takut dihari bahagia mereka aku melupakannya,aku takut membuat sahabatku bersedih. 

Aku takut mereka kecewa, dan karna aku pernah merasakkannya,itu sgt menyecewakan. Aku tk pernah ingin merasakannya lagi. Tp ternyata mereka tidak berfikir demikian padaku. Bahkan tidak ada yg mengucapkannya kepadaku. Hingga detik ini pukul 10.00 wib.
Ya allah, apa aku terlalu berharap terlalu banyak untuk itu. Apa aku harus mencoba kuat seperti biasanya? Aku pun tak ingin mengingat yg dulu, tp semua orang seolah mengingatkanku kembali. Aku ingin berpikir positif pd teman2ku. Tp kenyataannya mereka benar2 lupa dan itu menyakitkan untukku Tuhan.

Atau mungkin q lebih baik tidak pernah tau kapan aku dilahirkan? Jika seperti ini aku selalu bersedih dan menangis.
Aku seperti tak memiliki sahabat ataupun teman dekat.
Mereka hanya mendekatiku ketika mereka butuh aku. Yah,. Mereka tidak sebenarnya ada untukku. Mereka hanya bayangan2 kosong. Q tak punya teman dekat. Yah,. Q terlalu naïf mengakui mereka sahabat,tp kenyataannya mereka bukan siapa2.
Q benci dengan semua orang. Bahkan kesedihanku berubah menjadi sebuah kebencian.

Dan Dia..
Dia yang q suka,dia yang belakangan ini mengganggu pikiranku, beberapa tahun yang lalu hingga saat ini pun hanya palsu. Tak pernah dia mengucapkan apapun padaku, sekedar ucapan yang aku harapkan. Tak pernah sekalipun. Bagaimanapun q melakukan sesuatu yg beda dihari ulang tahunnya. Dia memang tak pernah menganngapku.

Jangankan dia, orang yang mengaku menyukaiku,yang q tau dia memang menyukaiku sejak dulu,tp tak pernah memahami apa yg q butuhkan. Dia hanya sekedar menyukaiku, yah hanya napsu ingin memilikiku,tanpa bias memahamiku dari waktu yg dia butuhkan untuk menungguku.

Bukan aku mengharapkannya,tp itu cermin orang yg hanya mempunyai cinta tak dilandasi apapun.Aku tak butuh cintanya.

Selasa, 26 Mei 2015

seperti ini saja



Biarkan seperti ini saja…
Seperti biasa…
Andai benar kau menyukaiku
Jangan pernah katakan…
Sungguh taka pa,itu lebih baik dari pada
Ntinya q semakin mengharapkanmu… dan k au pergi begitu saja…
Q hanya takut…
Kejadian itu terulang…
Aku hanya takut kau benar2 hilang…
Q masih bisa menunggumu…
Entah kau menginginkannya ataupun tidak,
Entah kau memintanya atau tidak…
Tapi q tidak tau apakah kau bisa melakukannya…
Apa kau bisa menungguku?
Ketika aku memintanya?
Apa kau bisa menepati janjimu ketika kau memintaku menunggumu?
Apa kau bisa tetap bersamaku?
Apa kau bisa tetap disisiku?
Atau kau akan pergi lagi?
Dan benar2 menghilang?
Dan berubah seperti halusinasiku saja?

Rabu, 20 Mei 2015

ketika kau menanyakan

Kau pernah bertanya padaku…
“Kenapa bukan teman lelaki???”
“Aku tak terbiasa untuk itu….”
“Lalu apakah jika bersamaku kau juga tak ingin???”
“kapan kau akan mengajakku?”
“jika suatu saat nanti”
“untuk apa menanyakan sesuatu yang belum pasti..,nti saja ketika kau benar2 mengajakku aku akan menjawabnya?
Dan seperti inilah jawabanku kelak…
Terlebih dari sekedar  tak biasa…
Dari aku pun merasa canggung
Mungkin kakaku pun tk mengijinkan…
Dan jarang pula yang mengajaku pergi bersama…
Entahlah…. Teman seperti apapun.., dari diriku sendiri seperti itu…
Padahal aku terkadang iri dengan mereka yang pergi dengan teman laki-lakinya…
Tapi ternyata ketika aku diajakpun…,q banyak mencari alesan untuk menolaknya..
Dan aku menyadari..,
Untuk apa??
Jika aku sendiripun tk merasa nyaman..,
Apa enaknya?seberapa bahagianya?
Walaupun aku ingin denganmu..,sepertinya sama sulitnya bagiku…
Tapi aku ingin hal itu benar terjadi…,





nyaman lebih dari cukup



Aku tidak tau cinta itu seperti apa…
Aku sedang jauh cintakah atau perasaan apa ini???
Kenapa bisa aku bingung sendiri…
Tapi itu bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan… ataupun aku pusingkan…
Terkadang…
Aku ingin mempunyai kekasih…
Yang bisa salin berbagi,saling support,saling mengasihi,menyayangi,mencintai dan memahami satu sama lain…
Bukan hanya sekedar pacaran ala jaman sekarang…
Terkadang aku memang iri..,
Yah…perasaan sesaat..,
Perasaan itu pun cepat hilang…
Mungkin karna aku juga terbiasa sendiri…
Aku hanya berusaha menikmati hidupku…
Tak masalah aku belum memiliki kekasih…
Dari semua itu……
Saat ini rasa nyaman pun sudah cukup bagiku..,
Rasa nyaman dengan seseorang,bercerita,bercanda,berkomunikasi baik dan pada saatnya bertemu..
Aku tak berharap lebih dari nya…
Tak apa jika hanya seperti ini terus…
Asalkan perasaan kita sama…
Dan kau tetap disisiku…
Selama ini,sejauh ini,sedalam ini