dulu aku pernah menuliskan kisahku dengannya disini
tapi kemudian aku mengahapusnya.
kenapa?? karna aku tidak ingin semua berakhir menjadi kenangan...
aku tak ingin menjadikannya kenangan..
aku tak ingin dia menjadi masa laluku...
aku tidak tau dia pernah membaca semua tulisanku atau tidak
aku tidak tau bagaimana reaksinya..
apakah dia akan tersentuh, atau sebaliknya
dan saat ini aku akan mulai menulis lagi,
bukan karena ingin menjadikannya kenangan,
tapi aku tidak bisa membagi apa yang aku rasakan kepada siapapun.
aku takut... segalanya akan menjadi bumerang.
aku takut... orang lain akan menilai buruk tentangku atau tentangnya..,
aku terlalu banyak takut kehilangan dia
Minggu, 08 Juli 2018
Jumat, 17 Februari 2017
^.^
Dia akhirnya membaca tulisanku.
Bukan,..
dia sudah membacanya sejak pertama kali pesan email itu masuk. Hanya
saja dia tak pernah mengatakan apapun.
Dia akhirnya merespon,
Itu lebih tepat.
Walapun aku yang
menanyakannya.q yang memaksanya
mengatakan sesuatu, meski dia sendiri tak ingin.
Aku juga tidak ingin
memikirkan lebih jauh kenapa dia melakukan itu, karna aku tau kenyataan itu
tidak lebih tidak lain hanya akan membuatku sakit.
Terima kasih untuk waktu yang pernah kau luangkan untukku, baik karna
keinginanmu sendiri,sukarela, keterpaksaan ataupun rasa tidak enak.
Jika suatu saat kau lelah dengan pencarianmu, kau boleh mencariku kembali.aku akan terbuka
menerimamu.
Jangan salah paham, sejak hari itu, aku merasa kau telah melepasq
sepenuhnya. hingga jerat ikatan silaturahmi.
Dan aku benar2 bisa menikmati kehidupanku tanpa memikirkanmu
sedikitpun. Aku bisa membuka hatiku kembali, aku bisa melaksanakan aktivitasku
yang seharusnya, memikirkan masa depanku, mengutamakan karirku.
Jika kau takut menyakitiku? Q tak merasakannya lagi.
Maka mulai saat ini, biar q yang membuatmu terlihat tidak cocok
denganku.
Q jg tdak akan menegurmu terlebih dulu, bukan karna aku angkuh, tp
karna aku tidak tau apakah itu pantas?
Senin, 09 Januari 2017
apa yang harus kulakukan?
1/8/2017 10:15 PM
Entah hubungan apa yang sekarang
berjalan antara aku dengan nya. Kaka adik kah? Temankah? Atau hanya cinta
sepihak?
Kami kenal cukup lama, mngkin
sejak q lulus sma, dan dia blm lama bekerja disana. Kenalan di suatu tempat
yang tidak sengaja yang hingga kini masih berlanjut. Kami hanya saling mengenal
di dunia maya. Bagaimana bisa seseorang baper dari pertemuan dunia maya?
Berawal hanya keisengan bermain
kontak jodoh, berkembang menjadi seorang teman. Sudah banyak yang kami lalui. Terutama
yang aku rasakan. Kenapa q sebut yang q rasakan? Yah,. Karna q sendiri tak tau
apakah dia merasakan hal yang sama sepertiku.
Dari pertama kenal yang masing2
diantara kami tidak berkata jujur, mngkin karna kami mengaanggap toh tidak
pernah bertemu dan benar2 kenal. Berkembang menjadi saling telpon,chating,sms
dari yang intens hingga yang tidak sama sekali. Bercerita kesana kemari,
curhat, dan apa adanya.Semuanya naik turun.
Dari dia yang pernah mempunyai
kekasih,putus, sendiri dan menyukai orang lain lagi. Dari q yang masih sendiri
sampai sekarang. Dari dia yang pernah perhatian, menyenangkan, hangat hingga
pada saatnya dia mulai berubah.
Kami tak benar2 saling mengenal,
tapi ada perasaan nyaman yang aku rasakan setiap kali berhubungan dengannya.
Entah sekedar telpon, chatting, atau sejenisnya. Q pernah terbawa perasaan
dengannya, tp ketika q baper, ia seperti membatasi diri. Q mengerti alasannya,
yah mngkin karna kami memang tidak benar2 saling mengenal.
Hingga pada suatu ketika kami
merencanakan untuk berlibur bersama, dan rencana itu gagal. Untuk alasan
pastinya q tidk begitu tau, tapi q merasa dia tidak begitu menginginkan
pertemuan kami karna ada wanita yg sedang ia sukai. Andai dia tau, q selalu
menantikan hari itu, aku memikirkannya, aku mempersiapkanya. Walaupun q sedang
uas, q tak pernah mengatakannya, karna q takut dia membatalkannya. Tapi
ternyata benar dia membatalkannya dengan alasan lain.
Apakah dia tau bagaimana
perasaanku? Dengan datar dan tanpa rasa bersalah mengatakan itu padaku, dengan
mudahnya q mengatakan tidak apa2. Tapi benarkah dia benar2 tidak tau arti tidak
apa2 yang aku ucapkan? Tidak taukah jika q kecewa padanya? Atau dia pura2 tidak
tau? Atau tidak mau tau? Dia bahkan tidak membalasnya lagi. Sedingin itukah?
Haruskah bersikap demikian? Atau perasaanku yang terlalu berlebihan? Atau dia
memang seperti itu? atau memang dia sengaja?
Setiap kali q bertanya pada
diriku.
Apakah Ketika q mencoba
menelponnya?ketika q memulai menghubungi dia terlebih dulu? Apakah itu
berlebihan? Apakah q terlihat seperti wanita yang begitu menyukainya?
Kenapa dia sering membuat alasan
untuk tidak menerima telponku? kenapa dia seperti menjauhiku. Atau memang benar
dia menjauhiku? Dia takut q menyukainya? Atau dia merasa aku menyukainya dan
dia tidak ingin itu terjadi?
Sebenarnya apa yang ada dibenakmu
tentang diriku? Aku sungguh tidak mengerti dan q sungguh ingin mengetahuinya.
Jika kau tak ingin q menyukaimu,
q akan bersikap seolah2 q punya kekasih.
Jika kau merasa kau dan aku tidak
cocok, katakana kita berteman saja.
Jika kau menyukai orang lain,
ceritakan saja padaku, aku tidak apa2.
Tp jangan acuhkan aku, jangan
menjauhiku, jangan membenciku.
Terlalu berat bagiku pak, menahan
semua perasaan suka dan sedihku karnamu. Jangan menambahnya lagi. Jangan buat
aku mengira-ngira terlalu banyak.
Andai kau tau, setiap hari q
selalu ingin mengirim pesan padamu, mendengar suaramu, bahkan jika bisa q ingin
melihatmu. Tapi q selalu menahannya, q selalu menghitung setiap hari kapan
terakhir kali q menelponmu atau mengirimi pesan?kapan terakhir kau mengangkat
atau membalasnya? Kapan seharusnya q menelpon/ mengirimi pesan lagi. Bahkan
ketika q tau kita sama2 begadang, q tak bisa menyapamu. Karna aku takut kau akan
lebih sering mengacuhkanku. Itu terlalu menyakitiku pak.
Apa yang q lakukan tidak lain
karna Aku merindukanmu, q ingin tau kabarmu.. Aku selalu menyibukan diri ku
dengan kegiatan kuliah,akitvitasku atau dengan yang lainnya. Tp tetap saja Aku
merasa kesepian setiap hari.
Pak, aku sudah dewasa, q bukan
anak sma lagi, apa yang q pikirkan bukan lagi sekedar kuliah, banyak hal yang muncul dipikiran yang
merasuki hatiku.
Apakah perasaanku ini salah? Aku
pun ingin melupakan semua ini, aku ingin mengakhiri perasaan ini. aku selalu
mencobanya, tp ketika perasaanku naik, itu terlalu sulit. Perasaan ini selalu
datang dan pergi menghampiriku. Ketika ia pergi q tak pernah mengharapkannya
kembali, tp selalu saja ada yang mengingatkan hingga ia datang kembali.
Suatu ketika q berfikir, kita
perlu bertemu. Apapun yang terjadi. Perubahan sikap seperti apa yang akan
terjadi aku harus siap. Kau ingat? Q pernah mengatakan “setidaknya q bisa
bercerita kepada orang lain bahwa q pernah mengenalmu?”. Kenapa q mengatakan
demikian? Karna q ingin membuktikan
perasaanku adalah perasaan yang wajar orang lain rasakan. Jikalau q
memang menyukaimu, setidaknya q pernah melihatmu dengan nyata dan kau benar ada
di kehidupanku selama ini.
Setelah pertemuan yang tidak
direncanakan itu terjadi. Kau tau bagaimana perasaanku? Awalnya biasa saja,
tapi setelah itu q merasa bahagia pak, bahagia sekali. Andai kau tau, q baru
pernah menghabiskan waktu yang cukup lama dengan seorang lelaki. Aku baru
pernah pergi jalan2 berdua dengan lelaki. Bersikap apa adanya tanpa beban,
tanpa canggung, tanpa malu. Q menikmati liburan itu pak. Q menikmati setiap
perjalanan bersamamu. Lalu bagaimana denganmu? Apakah kau tidak merasakan
kebahagiaan sepertiku? Apakah kau tidak merasa senang? Atau kau merasa malu
pergi denganku? Berfoto denganku? Apa q begitu merepotkanmu? Apa q terlalu
buruk olehmu? Apa kau menyesal bertemu denganku? Apa q jauh dari kriteriamu?
Apa q seperti anak kecil? Atau apa ? Apa yang membuatmu tidak bahagia? Sungguh
pikiran ini selalu menggangguku.
Jika kau bahagia, setidaknya kau
ucapkan itu padaku, setidaknya kau bagikan foto itu, tak harus foto berdua,
fotomu saja, setidaknya tunjukan kalo kau menyukainya. Kau tak harus menyukaiku
juga, kau tak harus sebahagia diriku. jangan membuatku terus memikirkan hal ini.
Ingatkah awal mula sebutan bapak
dan ibu diantara kita? Sampai sekarang sebutan itu masih kita gunakan. Aku
masih mengingatnya, q masih mengingat semua kenangan itu.
Kenangan yang menyenangkan Ketika
kau sering menelponku, ketika q menelpon kau mematikannya dan berbalik telpon.
Kau mau menelponku walaupun beda operator. Telpon berjam2 dengan intensitas
sering. Becandaan,perhatian, dan tertawa bersama. Ntahlah, kenapa itu menjadi
hal menyenangkan bagiku.
Dibalik itu, kenapa lebih banyak Kenangan
menyedihkan?ketika Kau mulai berubah, seperti sedang memiliki kekasih atau
menyukai wanita lain. Kau sering mengacuhkan telponku, datar membalas pesanku,
kau sering beralasan tidak tau ada telpon, sudah tidur dll, pdhl q tau kau jg sering
begadang. Tapi apapun alasannya q tak pernah bisa berkomentar. Aku tak pernah
bisa mengatakan rasa kesalku, marahku,sedihku. Kau juga tak pernah mengucapkan
sepatah katapun saat q berulang tahun. entah kau sengaja atau pura2 tidak tau,
atau mungkin memang itu hal yg tak perlu dilakukan dan tak penting. Padahal
kata2 itu yang selalu q nantikan hingga saat ini. Walaupun q selalu mengingat
hari ulang tahunmu, menyiapkan apa yang akan aku lakukan. Tp apa mau dikata,
kalo kau sendiri tak ingin mengatakannya. Dan lagi lagi q tak bisa mengatakan
apapun.
Taukah kamu? Berapa banyak air
mata yang q teteskan untuk menulis ini? Q menulisnya bersama suara derasan
hujan yang menemani malam sunyiku.
Aku tidak tau apakah tulisan ini
nantinya akan aku berikan padamu? Atau hanya pelampiasanku saja. Andai tulisan
ini sampai ditanganmu, q tidak tau apa yang akan aku lakukan. Apakah q siap
atas segala responmu nanti?
Q terlalu gengsi untuk mengakui
semua ini,
Q terlalu malu jika ternyata apa
yang aku rasakan hanya perasaan sepihak.
dan mungkin aku juga akan
menyesal ketika pada suatu hari kau menikah tanpa tau perasaan yang pernah q
rasakan.
Aku sungguh tidak tau apa yang
seharusnya q lakukan, tapi aku benar2 tidak bisa menahannya lagi.
Rabu, 27 Januari 2016
28 januari 2016
Q pikir tahun kemarin
adalah mimpi burukku yang terakhir.
Ternyata hari ini
terulang kembali. Disaat orang-orang terdekatku melupakan hari yang seharusnya
membahagiakan bagiku.
Hari kelahiranku yang
dinantikan. Mungkin aku salah,aku terlalu berharap banyak mereka akan
mengingatku. Meskipun aku selalu mengingat hari ulang tahun mereka, aku selalu
mencoba mengingatnya dihari2 sebelumnya,karna aku takut dihari bahagia mereka
aku melupakannya,aku takut membuat sahabatku bersedih.
Aku takut mereka
kecewa, dan karna aku pernah merasakkannya,itu sgt menyecewakan. Aku tk pernah
ingin merasakannya lagi. Tp ternyata mereka tidak berfikir demikian padaku.
Bahkan tidak ada yg mengucapkannya kepadaku. Hingga detik ini pukul 10.00 wib.
Ya allah, apa aku
terlalu berharap terlalu banyak untuk itu. Apa aku harus mencoba kuat seperti
biasanya? Aku pun tak ingin mengingat yg dulu, tp semua orang seolah
mengingatkanku kembali. Aku ingin berpikir positif pd teman2ku. Tp kenyataannya
mereka benar2 lupa dan itu menyakitkan untukku Tuhan.
Atau mungkin q lebih
baik tidak pernah tau kapan aku dilahirkan? Jika seperti ini aku selalu
bersedih dan menangis.
Aku seperti tak
memiliki sahabat ataupun teman dekat.
Mereka hanya
mendekatiku ketika mereka butuh aku. Yah,. Mereka tidak sebenarnya ada untukku.
Mereka hanya bayangan2 kosong. Q tak punya teman dekat. Yah,. Q terlalu naïf mengakui
mereka sahabat,tp kenyataannya mereka bukan siapa2.
Q benci dengan semua
orang. Bahkan kesedihanku berubah menjadi sebuah kebencian.
Dan Dia..
Dia yang q suka,dia
yang belakangan ini mengganggu pikiranku, beberapa tahun yang lalu hingga saat
ini pun hanya palsu. Tak pernah dia mengucapkan apapun padaku, sekedar ucapan
yang aku harapkan. Tak pernah sekalipun. Bagaimanapun q melakukan sesuatu yg
beda dihari ulang tahunnya. Dia memang tak pernah menganngapku.
Jangankan dia, orang
yang mengaku menyukaiku,yang q tau dia memang menyukaiku sejak dulu,tp tak
pernah memahami apa yg q butuhkan. Dia hanya sekedar menyukaiku, yah hanya
napsu ingin memilikiku,tanpa bias memahamiku dari waktu yg dia butuhkan untuk
menungguku.
Bukan aku
mengharapkannya,tp itu cermin orang yg hanya mempunyai cinta tak dilandasi
apapun.Aku tak butuh cintanya.
Selasa, 26 Mei 2015
seperti ini saja
Biarkan seperti
ini saja…
Seperti biasa…
Andai benar kau
menyukaiku
Jangan pernah katakan…
Sungguh taka pa,itu
lebih baik dari pada
Ntinya q semakin
mengharapkanmu… dan k au pergi begitu saja…
Q hanya takut…
Kejadian itu
terulang…
Aku hanya takut
kau benar2 hilang…
Q masih bisa
menunggumu…
Entah kau
menginginkannya ataupun tidak,
Entah kau
memintanya atau tidak…
Tapi q tidak tau
apakah kau bisa melakukannya…
Apa kau bisa
menungguku?
Ketika aku
memintanya?
Apa kau bisa
menepati janjimu ketika kau memintaku menunggumu?
Apa kau bisa
tetap bersamaku?
Apa kau bisa
tetap disisiku?
Atau kau akan
pergi lagi?
Dan benar2
menghilang?
Dan berubah
seperti halusinasiku saja?
Rabu, 20 Mei 2015
ketika kau menanyakan
Kau pernah bertanya padaku…
“Kenapa bukan teman lelaki???”
“Aku tak terbiasa untuk itu….”
“Lalu apakah jika bersamaku kau juga tak ingin???”
“kapan kau akan mengajakku?”
“jika suatu saat nanti”
“untuk apa menanyakan sesuatu yang belum pasti..,nti saja ketika
kau benar2 mengajakku aku akan menjawabnya?
Dan seperti inilah jawabanku kelak…
Terlebih dari sekedar tak
biasa…
Dari aku pun merasa canggung
Mungkin kakaku pun tk mengijinkan…
Dan jarang pula yang mengajaku pergi bersama…
Entahlah…. Teman seperti apapun.., dari diriku sendiri seperti itu…
Padahal aku terkadang iri dengan mereka yang pergi dengan teman laki-lakinya…
Tapi ternyata ketika aku diajakpun…,q banyak mencari alesan untuk
menolaknya..
Dan aku menyadari..,
Untuk apa??
Jika aku sendiripun tk merasa nyaman..,
Apa enaknya?seberapa bahagianya?
Walaupun aku ingin denganmu..,sepertinya sama sulitnya bagiku…
Tapi aku ingin hal itu benar terjadi…,
nyaman lebih dari cukup
Aku tidak tau cinta
itu seperti apa…
Aku sedang jauh
cintakah atau perasaan apa ini???
Kenapa bisa aku
bingung sendiri…
Tapi itu bukan sesuatu
yang perlu diperdebatkan… ataupun aku pusingkan…
Terkadang…
Aku ingin mempunyai
kekasih…
Yang bisa salin
berbagi,saling support,saling mengasihi,menyayangi,mencintai dan memahami satu
sama lain…
Bukan hanya sekedar
pacaran ala jaman sekarang…
Terkadang aku memang
iri..,
Yah…perasaan sesaat..,
Perasaan itu pun cepat
hilang…
Mungkin karna aku juga
terbiasa sendiri…
Aku hanya berusaha
menikmati hidupku…
Tak masalah aku belum
memiliki kekasih…
Dari semua itu……
Saat ini rasa nyaman
pun sudah cukup bagiku..,
Rasa nyaman dengan
seseorang,bercerita,bercanda,berkomunikasi baik dan pada saatnya bertemu..
Aku tak berharap lebih
dari nya…
Tak apa jika hanya
seperti ini terus…
Asalkan perasaan kita
sama…
Dan kau tetap disisiku…
Selama ini,sejauh
ini,sedalam ini
Langganan:
Postingan (Atom)