Dia akhirnya membaca tulisanku.
Bukan,..
dia sudah membacanya sejak pertama kali pesan email itu masuk. Hanya
saja dia tak pernah mengatakan apapun.
Dia akhirnya merespon,
Itu lebih tepat.
Walapun aku yang
menanyakannya.q yang memaksanya
mengatakan sesuatu, meski dia sendiri tak ingin.
Aku juga tidak ingin
memikirkan lebih jauh kenapa dia melakukan itu, karna aku tau kenyataan itu
tidak lebih tidak lain hanya akan membuatku sakit.
Terima kasih untuk waktu yang pernah kau luangkan untukku, baik karna
keinginanmu sendiri,sukarela, keterpaksaan ataupun rasa tidak enak.
Jika suatu saat kau lelah dengan pencarianmu, kau boleh mencariku kembali.aku akan terbuka
menerimamu.
Jangan salah paham, sejak hari itu, aku merasa kau telah melepasq
sepenuhnya. hingga jerat ikatan silaturahmi.
Dan aku benar2 bisa menikmati kehidupanku tanpa memikirkanmu
sedikitpun. Aku bisa membuka hatiku kembali, aku bisa melaksanakan aktivitasku
yang seharusnya, memikirkan masa depanku, mengutamakan karirku.
Jika kau takut menyakitiku? Q tak merasakannya lagi.
Maka mulai saat ini, biar q yang membuatmu terlihat tidak cocok
denganku.
Q jg tdak akan menegurmu terlebih dulu, bukan karna aku angkuh, tp
karna aku tidak tau apakah itu pantas?