1/8/2017 10:15 PM
Entah hubungan apa yang sekarang
berjalan antara aku dengan nya. Kaka adik kah? Temankah? Atau hanya cinta
sepihak?
Kami kenal cukup lama, mngkin
sejak q lulus sma, dan dia blm lama bekerja disana. Kenalan di suatu tempat
yang tidak sengaja yang hingga kini masih berlanjut. Kami hanya saling mengenal
di dunia maya. Bagaimana bisa seseorang baper dari pertemuan dunia maya?
Berawal hanya keisengan bermain
kontak jodoh, berkembang menjadi seorang teman. Sudah banyak yang kami lalui. Terutama
yang aku rasakan. Kenapa q sebut yang q rasakan? Yah,. Karna q sendiri tak tau
apakah dia merasakan hal yang sama sepertiku.
Dari pertama kenal yang masing2
diantara kami tidak berkata jujur, mngkin karna kami mengaanggap toh tidak
pernah bertemu dan benar2 kenal. Berkembang menjadi saling telpon,chating,sms
dari yang intens hingga yang tidak sama sekali. Bercerita kesana kemari,
curhat, dan apa adanya.Semuanya naik turun.
Dari dia yang pernah mempunyai
kekasih,putus, sendiri dan menyukai orang lain lagi. Dari q yang masih sendiri
sampai sekarang. Dari dia yang pernah perhatian, menyenangkan, hangat hingga
pada saatnya dia mulai berubah.
Kami tak benar2 saling mengenal,
tapi ada perasaan nyaman yang aku rasakan setiap kali berhubungan dengannya.
Entah sekedar telpon, chatting, atau sejenisnya. Q pernah terbawa perasaan
dengannya, tp ketika q baper, ia seperti membatasi diri. Q mengerti alasannya,
yah mngkin karna kami memang tidak benar2 saling mengenal.
Hingga pada suatu ketika kami
merencanakan untuk berlibur bersama, dan rencana itu gagal. Untuk alasan
pastinya q tidk begitu tau, tapi q merasa dia tidak begitu menginginkan
pertemuan kami karna ada wanita yg sedang ia sukai. Andai dia tau, q selalu
menantikan hari itu, aku memikirkannya, aku mempersiapkanya. Walaupun q sedang
uas, q tak pernah mengatakannya, karna q takut dia membatalkannya. Tapi
ternyata benar dia membatalkannya dengan alasan lain.
Apakah dia tau bagaimana
perasaanku? Dengan datar dan tanpa rasa bersalah mengatakan itu padaku, dengan
mudahnya q mengatakan tidak apa2. Tapi benarkah dia benar2 tidak tau arti tidak
apa2 yang aku ucapkan? Tidak taukah jika q kecewa padanya? Atau dia pura2 tidak
tau? Atau tidak mau tau? Dia bahkan tidak membalasnya lagi. Sedingin itukah?
Haruskah bersikap demikian? Atau perasaanku yang terlalu berlebihan? Atau dia
memang seperti itu? atau memang dia sengaja?
Setiap kali q bertanya pada
diriku.
Apakah Ketika q mencoba
menelponnya?ketika q memulai menghubungi dia terlebih dulu? Apakah itu
berlebihan? Apakah q terlihat seperti wanita yang begitu menyukainya?
Kenapa dia sering membuat alasan
untuk tidak menerima telponku? kenapa dia seperti menjauhiku. Atau memang benar
dia menjauhiku? Dia takut q menyukainya? Atau dia merasa aku menyukainya dan
dia tidak ingin itu terjadi?
Sebenarnya apa yang ada dibenakmu
tentang diriku? Aku sungguh tidak mengerti dan q sungguh ingin mengetahuinya.
Jika kau tak ingin q menyukaimu,
q akan bersikap seolah2 q punya kekasih.
Jika kau merasa kau dan aku tidak
cocok, katakana kita berteman saja.
Jika kau menyukai orang lain,
ceritakan saja padaku, aku tidak apa2.
Tp jangan acuhkan aku, jangan
menjauhiku, jangan membenciku.
Terlalu berat bagiku pak, menahan
semua perasaan suka dan sedihku karnamu. Jangan menambahnya lagi. Jangan buat
aku mengira-ngira terlalu banyak.
Andai kau tau, setiap hari q
selalu ingin mengirim pesan padamu, mendengar suaramu, bahkan jika bisa q ingin
melihatmu. Tapi q selalu menahannya, q selalu menghitung setiap hari kapan
terakhir kali q menelponmu atau mengirimi pesan?kapan terakhir kau mengangkat
atau membalasnya? Kapan seharusnya q menelpon/ mengirimi pesan lagi. Bahkan
ketika q tau kita sama2 begadang, q tak bisa menyapamu. Karna aku takut kau akan
lebih sering mengacuhkanku. Itu terlalu menyakitiku pak.
Apa yang q lakukan tidak lain
karna Aku merindukanmu, q ingin tau kabarmu.. Aku selalu menyibukan diri ku
dengan kegiatan kuliah,akitvitasku atau dengan yang lainnya. Tp tetap saja Aku
merasa kesepian setiap hari.
Pak, aku sudah dewasa, q bukan
anak sma lagi, apa yang q pikirkan bukan lagi sekedar kuliah, banyak hal yang muncul dipikiran yang
merasuki hatiku.
Apakah perasaanku ini salah? Aku
pun ingin melupakan semua ini, aku ingin mengakhiri perasaan ini. aku selalu
mencobanya, tp ketika perasaanku naik, itu terlalu sulit. Perasaan ini selalu
datang dan pergi menghampiriku. Ketika ia pergi q tak pernah mengharapkannya
kembali, tp selalu saja ada yang mengingatkan hingga ia datang kembali.
Suatu ketika q berfikir, kita
perlu bertemu. Apapun yang terjadi. Perubahan sikap seperti apa yang akan
terjadi aku harus siap. Kau ingat? Q pernah mengatakan “setidaknya q bisa
bercerita kepada orang lain bahwa q pernah mengenalmu?”. Kenapa q mengatakan
demikian? Karna q ingin membuktikan
perasaanku adalah perasaan yang wajar orang lain rasakan. Jikalau q
memang menyukaimu, setidaknya q pernah melihatmu dengan nyata dan kau benar ada
di kehidupanku selama ini.
Setelah pertemuan yang tidak
direncanakan itu terjadi. Kau tau bagaimana perasaanku? Awalnya biasa saja,
tapi setelah itu q merasa bahagia pak, bahagia sekali. Andai kau tau, q baru
pernah menghabiskan waktu yang cukup lama dengan seorang lelaki. Aku baru
pernah pergi jalan2 berdua dengan lelaki. Bersikap apa adanya tanpa beban,
tanpa canggung, tanpa malu. Q menikmati liburan itu pak. Q menikmati setiap
perjalanan bersamamu. Lalu bagaimana denganmu? Apakah kau tidak merasakan
kebahagiaan sepertiku? Apakah kau tidak merasa senang? Atau kau merasa malu
pergi denganku? Berfoto denganku? Apa q begitu merepotkanmu? Apa q terlalu
buruk olehmu? Apa kau menyesal bertemu denganku? Apa q jauh dari kriteriamu?
Apa q seperti anak kecil? Atau apa ? Apa yang membuatmu tidak bahagia? Sungguh
pikiran ini selalu menggangguku.
Jika kau bahagia, setidaknya kau
ucapkan itu padaku, setidaknya kau bagikan foto itu, tak harus foto berdua,
fotomu saja, setidaknya tunjukan kalo kau menyukainya. Kau tak harus menyukaiku
juga, kau tak harus sebahagia diriku. jangan membuatku terus memikirkan hal ini.
Ingatkah awal mula sebutan bapak
dan ibu diantara kita? Sampai sekarang sebutan itu masih kita gunakan. Aku
masih mengingatnya, q masih mengingat semua kenangan itu.
Kenangan yang menyenangkan Ketika
kau sering menelponku, ketika q menelpon kau mematikannya dan berbalik telpon.
Kau mau menelponku walaupun beda operator. Telpon berjam2 dengan intensitas
sering. Becandaan,perhatian, dan tertawa bersama. Ntahlah, kenapa itu menjadi
hal menyenangkan bagiku.
Dibalik itu, kenapa lebih banyak Kenangan
menyedihkan?ketika Kau mulai berubah, seperti sedang memiliki kekasih atau
menyukai wanita lain. Kau sering mengacuhkan telponku, datar membalas pesanku,
kau sering beralasan tidak tau ada telpon, sudah tidur dll, pdhl q tau kau jg sering
begadang. Tapi apapun alasannya q tak pernah bisa berkomentar. Aku tak pernah
bisa mengatakan rasa kesalku, marahku,sedihku. Kau juga tak pernah mengucapkan
sepatah katapun saat q berulang tahun. entah kau sengaja atau pura2 tidak tau,
atau mungkin memang itu hal yg tak perlu dilakukan dan tak penting. Padahal
kata2 itu yang selalu q nantikan hingga saat ini. Walaupun q selalu mengingat
hari ulang tahunmu, menyiapkan apa yang akan aku lakukan. Tp apa mau dikata,
kalo kau sendiri tak ingin mengatakannya. Dan lagi lagi q tak bisa mengatakan
apapun.
Taukah kamu? Berapa banyak air
mata yang q teteskan untuk menulis ini? Q menulisnya bersama suara derasan
hujan yang menemani malam sunyiku.
Aku tidak tau apakah tulisan ini
nantinya akan aku berikan padamu? Atau hanya pelampiasanku saja. Andai tulisan
ini sampai ditanganmu, q tidak tau apa yang akan aku lakukan. Apakah q siap
atas segala responmu nanti?
Q terlalu gengsi untuk mengakui
semua ini,
Q terlalu malu jika ternyata apa
yang aku rasakan hanya perasaan sepihak.
dan mungkin aku juga akan
menyesal ketika pada suatu hari kau menikah tanpa tau perasaan yang pernah q
rasakan.
Aku sungguh tidak tau apa yang
seharusnya q lakukan, tapi aku benar2 tidak bisa menahannya lagi.